Krusial | Jakarta — Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi merilis sistem Multi-Factor Authentication (MFA) sebagai bagian manajemen ASN digital. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau segera melakukan aktivasi sistem tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Dilansir dari laman resmi bkn.go.id, MFA merupakan pembaruan sistem digital guna mempermudah akses layanan kepegawaian oleh ASN. Sistem ini dirancang untuk memberikan keamanan tambahan dalam proses login layanan kepegawaian BKN.

Sistem MFA diperkenalkan melalui sosialisasi nasional kepada seluruh instansi pemerintah pada Senin, 11 Maret 2025 lalu. Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pentingnya perlindungan data ASN dari berbagai ancaman digital.

Zudan menegaskan bahwa penerapan sistem MFA bertujuan menjaga keamanan database kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah. Sistem ini merupakan bentuk upaya nyata penguatan pengelolaan data digital yang aman dan terkendali.

Penggunaan MFA dinilai penting karena mampu menjaga sistem kepegawaian dari potensi ancaman siber secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, ASN disarankan segera melakukan aktivasi MFA sebelum batas akhir yang telah ditentukan.

Dijelaskan, MFA adalah metode keamanan digital yang memerlukan lebih dari satu langkah verifikasi untuk login sistem. Metode ini dikenal juga sebagai sistem single access login pada platform ASN Digital milik BKN.

Dengan sistem MFA, ASN cukup login satu kali untuk mengakses semua layanan digital BKN secara lebih efisien. Fitur ini juga mengurangi kebutuhan membuka banyak tautan untuk mengakses layanan yang sebelumnya terpisah.

Kepala BKN Prof. Zudan menyebut MFA merupakan langkah penting dalam perlindungan data ASN di era digital sekarang. Ia mengatakan sistem ini sejalan dengan amanat undang-undang mengenai pengelolaan database kepegawaian pemerintah.

MFA juga mendorong ASN lebih sadar terhadap pentingnya menjaga keamanan data digital yang mereka gunakan setiap hari. Upaya ini termasuk penggunaan kata sandi kuat, tidak membagikan kredensial, serta mengganti sandi secara berkala.

“Para ASN harus bersama menjaga keamanan data dengan tidak membagikan informasi login. Selain itu sebaiknya rutin mengganti kata sandi agar lebih aman,” ujar Zudan, dikutip dari laman resmi BKN, Sabtu (12/4/2025).

Ia juga menambahkan bahwa aktivasi MFA adalah bagian dari langkah mitigasi risiko siber oleh ASN. Sistem ini mencegah insiden seperti peretasan akun, pencurian identitas, dan kebocoran data kepegawaian digital.

BKN menyatakan seluruh tautan layanan lama akan dialihkan ke platform ASN Digital mulai hari ini. Setiap ASN diwajibkan melakukan aktivasi MFA sebelum batas waktu tersebut untuk menjaga kelancaran akses.

Jika ASN mengalami kendala dalam proses aktivasi, mereka dapat menghubungi helpdesk resmi ASN Digital yang telah disiapkan BKN. Bantuan ini disediakan untuk memastikan seluruh ASN dapat mengakses layanan tanpa hambatan teknis.

Adapun langkah aktivasi MFA sebagai berikut:

  1. Login melalui asndigital.bkn.go.id menggunakan NIP sebagai username dan password akun MyASN sebelumnya.
  2. Pilih menu “Masuk dan Aktivasi MFA”, lalu akan muncul tampilan Mobile Authentication Setup secara otomatis.
  3. Unduh aplikasi Free OTP atau Google Authenticator sesuai pilihan masing-masing melalui toko aplikasi resmi.
  4. Pindai kode QR atau barcode pada tampilan Mobile Authentication Setup dengan aplikasi autentikasi yang telah diunduh.
  5. Masukkan angka OTP yang muncul bersamaan dengan nama perangkat yang digunakan untuk verifikasi sistem.
  6. Proses aktivasi selesai dan MFA berhasil diaktifkan di platform ASN Digital milik BKN.

Apabila proses selesai, artinya ASN telah berhasil mengaktifkan sistem MFA pada platform ASN Digital milik BKN. Aktivasi ini memungkinkan login satu kali untuk mengakses layanan seperti MyASN, SIASN, e-Kinerja, dan lainnya.

 

Setelah aktivasi berhasil, ASN cukup login melalui ASN Digital untuk mengakses seluruh layanan kepegawaian yang tersedia. Sistem MFA membuat akses lebih sederhana karena layanan kini terpusat melalui satu pintu berbasis otentikasi ganda.

Dengan demikian, MFA diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, serta integrasi layanan digital ASN di seluruh instansi. Informasi ini penting agar ASN segera mengambil tindakan demi kelancaran akses layanan digital.***