Krusial.com — Laporan Bank Indonesia menyebutkan, sepanjang sepekan ini terjadi aliran keluar modal asing atau jual neto sebesar Rp14,24 triliun. Data ini terpantau dari transaksi tanggal 8-11 September 2025.
Dalam periode tersebut, terjadi jual neto di pasar saham sebesar Rp2,22 triliun. Jual neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5,45 triliun.
Di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga terjadi jual neto sebesar Rp6,57 triliun. “Sehingga selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai 11 September 2025, terjadi jual neto di pasar saham sebesar Rp54,33 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (12/9/2025).
Sedangkan di pasar SRBI terjadi jual neto sebesar Rp117,72 triliun. Namun di pasar SBN tercatat beli neto sebesar Rp58,94 triliun.
Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 11 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp54,33 triliun di pasar saham dan Rp117,72 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp58,94 triliun di pasar SBN.
Aliran keluar masuk modal asing ini, mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, pada Jumat kemarin rupiah ditutup menguat 0,53 persen atau 86 poin menjadi Rp16.375 per dolar AS.
Jika dibandingkan posisi rupiah akhir pekan sebelumnya Rp16.424 per dolar AS, mata uang rupiah terapresiasi 0,35 persen pekan ini.
Laporan BI juga menyebutkan, imbal hasil SBN tenor 10 tahun pada Jumat kemarin, turun menjadi 6,33 persen. Indeks dolar AS juga melemah ke posisi 97,53.***
Tinggalkan Balasan