Krusial | Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Potensi bencana ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di Aceh selama sepekan ke depan.

Bencana hidrometeorologi merupakan jenis bencana alam yang disebabkan oleh faktor-faktor meteorologi dan hidrologi. Bencana ini dapat berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap bencana hidrometeorologi, serta melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi dampak bencana tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian contoh bencana hidrometeorologi:

1. Curah Hujan Ekstrem

Curah hujan merupakan banyaknya air yang jatuh di suatu lokasi dalam waktu tertentu. Di beberapa kondisi, curah hujan ini bisa menjadi ekstrem dan menyebabkan bencana.

Curah hujan ekstrem dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang masif dan mencapai atmosfer yang tinggi. Awan ini juga umumnya dapat disertai golakan angin kencang, hujan es, dan potensi puting beliung.

2. Angin Kencang

Angin kencang merupakan salah satu bencana hidrometeorologi berupa kecepatan angin lebih dari 27,8 km/jam dari wilayah dengan tekanan udara tinggi ke rendah. Angin kencang bisa terjadi secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan beberapa detik atau menit.

3. Puting Beliung

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama maksimum 5 menit. Umumnya, puting beliung terjadi pada siang hingga sore.

4. Banjir

Banjir merupakan luapan air merendam tanah yang biasanya kering. Biasanya banjir terjadi karena sungai, danau, atau laut yang memiliki volume berlimpah sehingga air keluar dari batas. Bisa juga karena akumulasi air hujan di tanah sudah penuh.

5. Tanah Longsor

Tanah longsor terjadi di lingkungan yang memiliki kemiringan lereng curam atau landai dengan sudut tertentu. Contohnya pegunungan hingga tebing pantai atau di dasar laut.

Dalam banyak kasus, tanah longsor dipicu oleh peristiwa tertentu. Contohnya, hujan lebat, gempa bumi, lereng miring untuk membangun jalan, dan lainnya.

6. Kekeringan

Kekeringan terjadi karena curah hujan pada suatu wilayah dalam periode tertentu berkurang. Ketika terjadi kekeringan, maka kelembapan tanah menurun sehingga merusak tanaman. Bencana ini berdampak pada sektor pertanian, sosial dan ekonomi.

7. Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yakni bencana terbakarnya banyak pohon, semak, paku-pakuan dan rumput di suatu wilayah. Penyebab dari Karhutla bisa karena faktor alam (kekeringan, musim kemarau yang berkepanjangan dan sambaran petir) serta bisa karena faktor ulah manusia.

8. Kualitas Udara Buruk

Kualitas udara yang buruk berupa tingginya polusi udara disebabkan oleh asap, debu dan kabut asap serta pengotor udara lainnya. Kualitas udara ditentukan oleh nilai konsentrasi polutan di udara atau berdasarkan indeks-indeks kualitas udara lainnya.

Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi merupakan dampak dari fenomena alam. Sehingga kondisi ini tidak dapat dicegah. Meski begitu, masyarakat dapat meminimalisir dampak kerusakan dengan melakukan langkah-langkah mitigasi.

Prakirawan BMKG dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir dengan kesiapan manusia menghadapinya. Contohnya, untuk mengurangi dampak banjir masyarakat dengan membersihkan sungai sebelum masuk musim hujan. Dengan begitu, ketika memasuki musim hujan dan terjadi hujan lebat dampak banjir tidak terlalu besar.

Imbauan BMKG Soal Bencana Hidrometeorologi

Sebagai salah satu langkah mitigasi bencana, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau peringatan dini. Pasalnya, potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

BMKG akan selalu memperbarui informasi mengenai cuaca ekstrem dan potensi-potensi bencana yang mungkin saja terjadi di wilayah kerjanya. Sehingga masyarakat bisa mengetahui informasi terbaru mengenai bencana alam yang akan terjadi dan melakukan persiapan.

BMKG juga memberikan imbauan untuk terus meng-update informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG setiap hari maupun pada jam-jam terjadi ada potensi hujan sedang hingga lebat.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan dan instruksi dari pemerintah di wilayah masing-masing jika terjadi bencana. Ulfiana menjelaskan, pemerintah akan memberikan imbauan terutama jika wilayah itu rawan bencana atau sudah ada tanda-tanda seperti curah hujan tinggi, tanah lapuk, dan lainnya.

Misalnya, ketika terjadi bencana banjir yang sudah melebihi tinggi rata-rata, maka pemerintah akan mengimbau untuk mengungsi atau pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Itulah ulasan mengenai bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di musim hujan ini., Semoga menambah wawasan!

***Berita ini merupakan kerja sama antara kami dan Dinas BPBD Aceh Selatan.