Krusial.com — Barisan saham ini mencatatkan kerugian terparah pada pekan ini. Saham-saham itu mencatatkan kerugian harga dari 10% hingga 27% selama periode 10-14 November 2025.

Barisan saham itu sekaligus menduduki top losers atau top boncos pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di antara barisan top losers tersebut ada saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Sebab, TAPG anjlok 11,51% menjadi Rp 1.615 dan CBRE ambles 11,46% menjadi Rp 1.120.

Ada pula saham saham PT Suparma Tbk (SPMA) jatuh 27,17% menjadi Rp 268, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) terpangkas 20% menjadi Rp 392, dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melemah 19,9% menjadi Rp 765.

Diikuti saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) turun 15,54% menjadi Rp 163, PT Sinergimulti Lestarindo Tbk (SMLE) terkoreksi 13,82% menjadi Rp 262, dan PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) terpukul 11,76% menjadi Rp 150.

Menyusul saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) turun 11,27% menjadi Rp 181 dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melemah 10,42% menjadi Rp 2.150.

Saham Top Cuan

Sebaliknya, sebanyak sepuluh saham melonjak ekstrem hingga membuat pemodal kebanjiran cuan, sekaligus menduduki top gainers atau top cuan.

Di antara saham-saham top cuan tersebut, PT Pakuan Tbk (UANG) melonjak 177,65% dan harganya menjadi Rp 6.025 dari Rp 2.170 pada pekan lalu. UANG menempati posisi teratas di antara saham-saham top cuan.

Selanjutnya saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melejit 156,33% menjadi Rp 6.075, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) melesat 80,49% menjadi Rp 1.110, dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) meningkat 78% menjadi Rp 356.

Berikutnya saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) meningkat 74,58% menjadi Rp 412, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) terkerek 66,99% menjadi Rp 860, dan PT First Media Tbk (KBLV) melesat 64,79% menjadi Rp 234.

Kemudian, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 59,38% menjadi Rp 510, PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) melambung 58,01% menjadi Rp 286, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menanjak 56,03% menjadi Rp 220.***