Krusial.com — Pasukan Militer Sri Lanka, India terus dikerahkan untuk menyelamatkan ratusan warga yang terjebak banjir akibat hujan deras yang melanda negara tersebut. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 69 orang, sementara 34 lainnya masih dinyatakan hilang, dilansir dari CNA, Sabtu (29/11/2025).

Helikopter dan kapal Angkatan Laut melakukan berbagai operasi penyelamatan untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Mereka menolong orang-orang dari puncak pohon, atap rumah, serta desa-desa yang terputus aksesnya oleh banjir.

Pusat Manajemen Bencana (DMC) melaporkan bahwa banyak korban ditemukan di wilayah tengah Sri Lanka. Sebagian besar dari mereka menjadi korban akibat tanah longsor yang terjadi sepanjang pekan ini.

Curah hujan mencapai 360 mm dalam 24 jam, menyebabkan Sungai Kelani di dekat Colombo meluap. Di Kaduwela, banyak warga terpaksa mengungsi, menyebut banjir ini kemungkinan yang terburuk dalam 30 tahun terakhir.

Beberapa warga bahkan menampung keluarga lain yang rumahnya terendam banjir. Secara keseluruhan, sekitar 3.000 rumah rusak akibat banjir dan longsor.

Sementara itu, lebih dari 18.000 orang telah mengungsi ke tempat penampungan sementara. DMC memperingatkan bahwa hujan masih akan berlanjut, dengan Siklon Ditwah bergerak menuju India selatan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa dan mengirimkan bantuan darurat. Ia juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan tambahan jika diperlukan.

Selain itu, puluhan turis yang terjebak di kawasan pegunungan telah dievakuasi ke Colombo. Pemerintah Sri Lanka dan tim penyelamat terus bekerja keras di tengah kondisi yang semakin memburuk.***