BANDA ACEH – Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada meminta semua pihak untuk tidak buru buru menyimpulkan sebelum adanya keterangan lebih lanjut dari kepolisian terkait peristiwa penembakan terhadap dua warga Aceh Besar yang terjadi pada Jumat (13/5/2022).

“Semua pihak diharapkan menahan diri untuk tidak berspekulasi terlalu jauh terhadap kasus ini sebelum ada keterangan lebih lanjut dari pihak aparat keamanan. Terlebih langsung membuat kesimpulan insiden ini hanyalah peristiwa kriminal biasa,” jelasnya.

Aryos juga menyorot sejumlah pihak yang terkesan menyepelekan hilangnya nyawa dua warga Aceh karena senjata ini, dengan menyebut peristiwa tersebut hanyalah peristiwa kriminal biasa. Menurutnya kasus ini harus disikapi serius karena Aceh merupakan wilayah paska konflik.

“Setiap peristiwa yang melibatkan senjata api maka harus ditelusuri lebih lanjut terkait keberadaan senjata itu. Apakah memang dari pelaku kriminal bersenjata atau dari oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab,” elas Aryos.

Dosen FISIP Universitas Syiah Kuala ini menegaskan, insiden penembakan di Indrapuri harus disikapi serius oleh aparat keamanan dalam rangka mengawal stabilitas keamanan sekaligus menjaga perdamaian di Aceh.

“Kita meminta dan mengharapkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dari aksi penembakan terhadap masyarakat Aceh. Sehingga publik mengetahui motif pelaku penembakan. Jangan sampai stigma bahwa Aceh sebagai daerah konflik terus ditambalkan oleh berbagai pihak, “terangnya.

Terakhir, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama menjaga keamanan Aceh sehingga tidak memperkeruh suasana di Aceh.

“Pentingnya kita semua menyadari perdamaian Aceh saat ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh. Biarkan masyarakat Aceh hidup tenteram dan nyaman tanpa harus hidup dengan bunyi desingan peluru,” pungkas Aryos.(Redaksi)