Krusial — Anggota Kongres AS dari Partai Republik Brandon Gill mengusulkan Rencana Undang-Undang (RUU) yang akan menampilkan wajah Donald Trump pada uang kertas US$100, menggantikan Benjamin Franklin.

RUU yang disebut Golden Age Act ini bertujuan untuk menghormati kontribusi Trump selama menjabat sebagai presiden, termasuk upayanya memperkuat perbatasan, memperbaiki hubungan dagang, dan menjadikan AS mandiri secara energi.

Gill menyatakan Trump layak mendapatkan penghormatan ini karena dedikasinya kepada negara, bahkan setelah mengalami percobaan pembunuhan saat berkampanye. Jika disetujui, Departemen Keuangan AS akan diminta merancang desain awal uang kertas tersebut pada akhir 2026, dengan target mulai beredar pada 2029.

Langkah ini menuai pro dan kontra di kalangan politik. Sementara pendukungnya melihat ini sebagai penghormatan simbolis atas pencapaian Trump, kritik muncul terkait sulitnya mendapatkan persetujuan legislatif.

Namun, undang-undang saat ini melarang gambar orang yang masih hidup dicetak pada mata uang AS, sehingga perubahan hukum diperlukan untuk mewujudkan proposal ini.***