Krusial.com | Simeuleu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh wilayah Dapil 10 dari Partai PAN, Fuadri bersama, Edi Kamal dari Partai Demokrat dan Zaini Bakri dari Partai PPP meninjau atau melakukan Panitia Khusus (Pansus) ke sejumlah proyek Multi Yers Contract (MYC) yang berada di Kabupaten Simeulue, Aceh pada Selasa 12 Juni 2023.

Saat dari Tim Pansus melakukan pininjauan di sejumlah proyek Multi Yers yang berada di Kabupaten Simeulue Itu lansung di dampingi Kadis PUPR Kabupaten Simeulue Zulfata bersama stafnya, Kadis Pengairan Aceh, Ade Surya bersama anggotanya serta Pelaksana Proyek PT. Prapen Prima Mandiri

Tiga anggota DPR Aceh tersebut melakukan pansus di proyek Multi Yers tahun jamak antaralain pembangunan Irigasi yang berada di Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue serta Pembangunan Jalan Aspal ruas jalan Sinabang-Sibigo.

Selain dari kegiatan Multi Yers ini yang mereka pansus kan serta juga mereka meninjau Jembatan Desa Lalla Bahagia, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue yang ambruk beberapa bulan yang lalu serta juga mereka peninjauan Pembangunan Jembatan Kapal Ferry Yang berada di Pelabuhan Sibigo kemudian juga mereka meninjau salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Simeulue Barat yang berada di Desa sigulai Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten setempat

Anggota DPRA dari Partai PAN Fuadri yang juga Tim Pansus mengatakan, Melihat progres pembangunan irigasi di Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat ada perkembangan dan kesungguhan pelaksana di lapangan pihaknya yakin akan selesai pada akhir 2023.

“Kita yakin akan selesai pada waktunya pembangunan irigasi tersebut dan kita terus memantau pembangunan ini, Karena yang kita butuh percepatan bukan perubahan” Kata salah satu Tim Pansus Fuadri dari partai PAN

Hal senada juga disampaikan Edi Kamal dari Partai Demokrat. “Saya pikir progres dan kwalitas pelaksanaan nya sudah baik lah. Irigasi memang sedikit susah. Jangan kan di pulau di dunia daratan Aceh juga tak jauh beda

“Proyek Irigasi Sigulai semestinya sesuai dengan kontrak awal sudah harus selesai pada Desember 2022 namun karena force majeure/hujan yang cukup sering di 2022 hingga kontrak awal sebelum itu tahun jamak diadendum hingga September 2023″Ungkapnya Edi Kamal sebagai Tim Pansus

Kadis Pengairan Aceh, Ade Surya menjamin irigasi Sigulai dapat diselesaikan pengerjaan proyek itu oleh pelaksana sesuai waktu adendum. Sebelumnya juga disampaikan oleh PPK kegiatan proyek Irigasi Sigulai, Marzuki.“Insya Allah selesai. Ini kita kawal ketat pelaksanaannya.

Pihak perusahan pelaksana proyek PT. Prapen Prima Mandiri optimis penyelesaian proyek multi yers contract (MYC) Irigasi Sigulai selesai pada akhir tahun ini.

“Kemarin itu karena hujan nya yang setahun itu kemaraunya hanya 100 hari selebihnya hujan,” kata marzuki.

Untuk diketahui pansus Pembangunaan Irigasi Sigulai merupakan bagian pembangunan multi yers contract (MYC) Irigasi Sigulai Dalam rangka laporan pertanggung jawaban (LPJ) pj. Gubernur Aceh tahun 2022 yang bernilai kontrak Rp 174,3 Milyar, mulai dibangun oleh PT. Prapen Prima Mandiri pada tahun 2022.