Analisa on-chain merupakan teknik yang digunakan untuk membaca perilaku di maket crypto dengan menggunakan data-data yang tercatat secara publik di blokchain. Lalu, apa saja pilar dari analisa on-chain yang bisa dipahami?
1. Exchange Flow Analysis
Sangat penting untuk melakukan exchange flow analysis. Dengan melihat banyak aset crypto yang masuk ke dalam exchange, kita bisa melihat adanya potensi penjualan. Begitu juga sebaliknya, adanya aset crypto yang keluar dari exchange maka kita bisa melihat adanya potensi pembelian yang terjadi karena mereka akan melakukan self custody.
2. Whale Tracking
Aktivitas dompet besar atau whales juga memainkan peran yang krusial dalam membentuk arah pasar. Analisa on-chain memungkinkan pelacakan wallet yang memiliki Bitcoin atau token lain. Ketika wallet besar melakukan akumulasi secara bertahap tanpa membuat lonjakan harga, bisa diartikan sebagai sinyal bullish.
3. HODLer Behavior
Indikator seperti Coin Days Destroyed, Dormancy, dan Wallet Age cukup tepat untuk digunakan sebagai indikator pembaca perilaku pasar dan holder jangka panjang. Indikator ini berfungsi untuk melihat koin-koin lama yang sebelumnya tidak bergerak, tiba-tiba bepindah tangan.
4. Network Activity
Data pertumbuhan alamat aktif juga mencerminkan tingkat adopsi dan juga tingkat minat dari pasar. Lonjakan jumlah alamat baru dan peningkatan jaringan ini menandakan fase pertumbuhan organik ketika minat pasat meningkat. Apabila aktivitas jaringan stagnan, maka pump hanyalah spekulasi tanpa adanya fundamental yang mendukung.***
Tinggalkan Balasan