Krusial.com — Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masih kuat menghijau pada perdagangan Selasa (29/7/2025). Di sekitar pukul 14.42 WIB, saham ini kokoh di posisi Rp 1.950 atau +6,56%.
Tercatat, sudah sebayak 171,17 juta saham Chandra Daya Investasi diperdagangkan, frekuensi 46.343 kali, dan nilai transaksi Rp 318,24 miliar. Volume yang cukup tebal untuk saham di papan pemantauan khusus full call auction (FCA). Saham CDIA ditransaksikan di range Rp 1.830-1.950.
Sedangkan transaksi saham CDIA di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) masih cukup aktif. Range harga di pasar nego antara Rp 300-2.200. Berdasarkan data RTI, terpantau sejumlah 1.390.657 lot saham diperdagangkan di Rp 300 dengan frekuensi 2 kali, sehingga nilai totalnya Rp 41,71 miliar. Tentu, harga tersebut jauh di bawah pasar reguler.
Mengacu pada aplikasi Stockbit Sekuritas, total 1,5 juta lot saham CDIA ditransaksikan di pasar nego dengan nilai Rp 55,6 miliar, atau dengan harga rata-rata Rp 376 per saham.
Market Cap
Kini, nilai kapitalisasi pasar alias market cap Chandra Daya Investasi tembus Rp 243,41 triliun. Ada di nomor 12 dalam daftar emiten dengan market cap terbesar di BEI. Menyalip perusahaan afiliasinya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan market cap Rp 175 triliun. Padahal saat listing perdana, market cap CDIA masih Rp 23,71 triliun.
Saham Chandra Daya Investasi sempat diborong petingginya. Komisaris CDIA Andre Khor Kah Hin belanja 15 juta saham CDIA di Rp 800 per saham pada 18 Juli 2025. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 12 miliar. Sebelum transaksi, Andre Khor tak memiliki sama sekali saham Chandra Daya Investasi. Setelah transaksi, ia jadi menggengga 0,012% saham.
Sebelumnya, direktur Chandra Daya Investasi (CDIA), Fransiskus Ruly Aryawan dan Jonathan Kandinata, masing–masing membeli 5 juta saham CDIA dengan harga rata–rata Rp 800 per saham pada 17 Juli 2025. Total nilai transaksi keduanya mencapai Rp 8 miliar.***
Tinggalkan Balasan