Krusial.com — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, masih terus dilakukan hingga hari kesepuluh, Minggu (6/9/2026).
Tim gabungan masih berjibaku menyisir kawasan terdampak untuk memastikan bara dan asap yang tersisa benar-benar padam serta tidak kembali berkembang menjadi titik api.
Personel TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), bersama instansi terkait terus bergerak menyusuri sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar.
Setiap kepulan asap yang terlihat menjadi perhatian tim. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih bertahan, terutama di bawah permukaan tanah.
Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan, Kapten Inf. Ali Sadikin, mengatakan kondisi karhutla di lapangan saat ini sudah jauh lebih terkendali. Namun, tim tetap melakukan penyisiran hingga seluruh kawasan dipastikan aman.
“Alhamdulillah, kondisi karhutla saat ini sudah jauh berkurang. Namun, tim tetap melakukan penyisiran secara maksimal untuk memastikan setiap titik asap yang masih muncul benar-benar padam dan tidak kembali menjadi titik api,” ujar Ali Sadikin.
Bara di Gambut Masih Jadi Ancaman
Menurut Ali, karakteristik sebagian lahan yang terbakar dan bergambut menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan karhutla.
Api yang telah padam di permukaan belum serta-merta menandakan kebakaran telah berakhir. Bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut dan sewaktu-waktu kembali muncul ke permukaan apabila kondisi mendukung.
“Setiap titik asap yang ditemukan terus kita cek dan lakukan pendinginan. Ini penting untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam,” jelasnya.
Tim pun melakukan pemeriksaan dan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali api dari bara yang masih tersimpan di dalam tanah.
Hujan Bantu Turunkan Suhu Lahan
Kondisi cuaca turut membantu proses penanganan karhutla. Hujan sempat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu malam dan membantu menurunkan suhu lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Meski demikian, tim gabungan tidak menjadikan turunnya hujan sebagai alasan untuk mengurangi kewaspadaan.
Pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan karena bara yang berada di dalam lapisan gambut masih berpotensi bertahan meskipun kawasan telah diguyur hujan.
“Semalam sempat turun hujan meskipun hanya sebentar. Ini sangat membantu, tetapi kita tetap tidak boleh lengah karena bara di lahan gambut bisa bertahan meski sudah diguyur hujan,” kata Ali.
Penyisiran Terus Dilakukan
Hingga Minggu (6/9/2026), tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penyisiran secara menyeluruh.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari proses penanganan untuk memastikan kawasan bekas terbakar benar-benar aman dan tidak menyisakan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan karhutla di Desa Ujung Mangki belum dinyatakan selesai. Selama masih ditemukan kepulan asap maupun indikasi bara, tim gabungan akan terus melakukan pemeriksaan dan pendinginan di lokasi.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali sekaligus mencegah api kembali meluas ke kawasan lain.
Tinggalkan Balasan