Krusial.com — Politeknik Aceh Selatan (Poltas) terus memperkuat kompetensi dan wawasan industri para dosen melalui program Magang Dosen di Dunia Industri. Program tersebut dilaksanakan di dua perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yakni PT Samira dan PT Mon Jambe.
Magang di PT Samira dilaksanakan pada 18–20 Agustus 2026, sedangkan kegiatan di PT Mon Jambe berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Poltas memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Melalui pengalaman langsung di lapangan, para dosen diharapkan dapat memahami penerapan teknologi, sistem manajemen, serta proses kerja industri yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kampus.
Koordinator Magang Dosen Poltas, Darma Setiawan Putra, S.T., M.T., mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri.
“Magang dosen ini penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada dosen mengenai kondisi dan kebutuhan dunia industri. Dengan terjun langsung ke lapangan, dosen dapat memperbarui pengetahuan, memahami perkembangan teknologi dan proses kerja industri, serta membawa pengalaman tersebut ke dalam pembelajaran mahasiswa,” ujar Darma Setiawan kepada Krusial.com, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan industri merupakan bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan dunia industri. Karena itu, pengalaman dosen di lapangan menjadi penting agar pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sesuai dengan praktik dan kebutuhan industri,” katanya.
Dosen Dapat Pengalaman Langsung di Lapangan
Salah seorang dosen peserta magang, Ir. Asbahrul Amri, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam memahami penerapan ilmu dan teknologi secara langsung di lingkungan industri.
“Kegiatan magang ini memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat dan mempelajari secara langsung bagaimana teori dan ilmu yang selama ini diajarkan di kampus diterapkan di dunia industri. Banyak hal yang kami dapatkan, mulai dari proses kerja, penerapan teknologi, sistem manajemen, hingga bagaimana standar profesional diterapkan di lapangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman selama mengikuti magang akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengayaan dalam proses pembelajaran di kampus.
Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan industri dapat membantu dosen memperbarui materi perkuliahan agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“Pengalaman yang kami peroleh selama magang tentu akan menjadi masukan dalam proses pembelajaran. Apa yang kami lihat dan pelajari di industri dapat ditransfer kepada mahasiswa sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja,” ujarnya.
Perkuat Sinergi dengan Dunia Industri
Pelaksanaan Magang Dosen di PT Samira dan PT Mon Jambe juga menjadi momentum bagi Poltas untuk memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan magang, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas bagi perguruan tinggi, industri, dosen, dan mahasiswa.
Melalui program tersebut, Poltas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kompetensi dosen, sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan pendidikan vokasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Kegiatan magang juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa melalui transfer pengetahuan dan pengalaman industri yang diperoleh para dosen selama berada di lapangan.
Dengan semakin dekatnya hubungan antara kampus dan dunia industri, Poltas berharap proses pembelajaran dapat terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan yang dihasilkan semakin siap menghadapi tantangan industri.***
Tinggalkan Balasan