Pidie Jaya – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler-84 Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan ecoprint bagi anak-anak di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan kreativitas anak melalui pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan alami untuk menghasilkan karya seni bernilai, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja KKN Reguler-84 USK yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Fakultas Hukum (FH), serta Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT).
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang mendukung pengembangan potensi anak-anak di desa.
Penanggung jawab program, Cut Reva Az Zahra Putri, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP USK, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar sebagai media berkarya.
Menurutnya, ecoprint merupakan teknik pewarnaan alami yang menghasilkan motif unik melalui bentuk dan warna daun maupun bunga. Selain mengasah kreativitas, metode ini juga mengajarkan pentingnya menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis daun dan bunga yang dapat digunakan untuk membuat motif ecoprint. Selanjutnya, anak-anak diajak menyusun daun di atas kain, mengikuti proses pencetakan motif, hingga melihat hasil akhir karya yang mereka buat sendiri dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusias. Anak-anak tampak aktif memilih daun dengan beragam bentuk, berdiskusi mengenai pola yang ingin dibuat, serta mengikuti setiap tahapan pembuatan ecoprint dengan penuh semangat.
Pendampingan secara langsung dari mahasiswa membuat peserta lebih mudah memahami proses pembuatan sekaligus memberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
“Melalui pelatihan ini kami ingin mengajak anak-anak untuk melihat bahwa daun dan bunga di sekitar dapat diolah menjadi karya yang indah dan bernilai. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujar Cut Reva Az Zahra Putri.
Selain menghasilkan karya seni, pelatihan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan karena peserta memperoleh pengalaman secara langsung melalui praktik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat anak-anak untuk terus berkreasi sekaligus mengenal konsep pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler-84 USK berharap pelatihan ecoprint dapat menjadi salah satu media pembelajaran kreatif bagi anak-anak Gampong Blang Dalam. Pemanfaatan potensi alam sekitar sebagai bahan berkarya diharapkan tidak hanya melahirkan kreativitas, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta menumbuhkan semangat inovasi sejak usia dini.***
Tinggalkan Balasan