Krusial.com – BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh terus memperkuat kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui optimalisasi validasi biometrik dan penyesuaian mekanisme penerbitan surat kontrol. Upaya tersebut disosialisasikan kepada fasilitas kesehatan di Kabupaten Nagan Raya sebagai bagian dari penguatan tata kelola pelayanan yang lebih akuntabel dan sesuai regulasi.
Kegiatan yang dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Direktur RS Sultan Iskandar Muda, RS Cahaya Husada, kepala puskesmas, PIC Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) itu bertujuan menyamakan persepsi seluruh fasilitas kesehatan dalam penerapan ketentuan Program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, dr. Sarwika Meuseke, mengatakan validasi biometrik bukan sekadar memenuhi aspek administrasi, tetapi menjadi instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya kecurangan (fraud) dalam penyelenggaraan Program JKN.
“Validasi biometrik dan penerapan surat kontrol bukan sekadar memenuhi administrasi pelayanan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pelayanan JKN sekaligus memastikan setiap pelayanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sarwika.
Menurutnya, validasi biometrik memastikan peserta yang menerima pelayanan benar-benar hadir sehingga potensi klaim yang tidak sesuai ketentuan dapat diminimalkan. Hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2019 mengenai pencegahan fraud dalam Program JKN.
BPJS Kesehatan juga mendorong seluruh rumah sakit mengoptimalkan penggunaan Face Recognition (FRISTA) sebagai metode validasi biometrik. Teknologi pengenalan wajah dinilai lebih praktis dibandingkan fingerprint karena memanfaatkan data kependudukan dan tidak memerlukan proses perekaman awal.
“Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan secara bertahap dapat mengoptimalkan penggunaan rekam wajah. Selain meningkatkan kenyamanan peserta, metode ini juga memperkuat proses verifikasi identitas dalam pelayanan JKN,” ujarnya.
Dalam evaluasi yang dilakukan BPJS Kesehatan, implementasi validasi biometrik di sejumlah fasilitas kesehatan menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, penggunaan mekanisme approval pada sebagian pelayanan rawat inap masih tergolong tinggi. Sarwika menegaskan mekanisme tersebut hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti peserta yang tidak memungkinkan menjalani validasi biometrik karena alasan medis.
Selain biometrik, BPJS Kesehatan turut menyosialisasikan penyesuaian penerapan surat kontrol ulang guna menyamakan pemahaman antara FKTP dan FKRTL terkait mekanisme rujukan, konsul internal, hingga penerbitan surat kontrol yang harus dilakukan berdasarkan indikasi medis oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Fatwa Hidayat, SKM., M.K.M., menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat pemahaman seluruh fasilitas kesehatan, khususnya bagi kepala puskesmas yang baru menjabat.
Ia berharap koordinasi antara FKTP dan FKRTL semakin baik sehingga penerapan sistem surat kontrol yang nantinya terintegrasi secara nasional dapat berjalan tanpa menimbulkan perbedaan persepsi di lapangan.
Direktur RS Cahaya Husada, dr. Edi Hidayat, juga mengapresiasi sosialisasi yang digelar BPJS Kesehatan. Menurutnya, optimalisasi Face Recognition akan memperkuat proses pelayanan sekaligus meningkatkan kepastian identitas peserta JKN.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat Program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) agar pasien hipertensi, diabetes, penyakit jantung, maupun gangguan ginjal tetap memperoleh pengobatan dan pemantauan rutin di puskesmas tanpa harus berulang kali dirujuk ke rumah sakit.
Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh berharap sinergi antara Dinas Kesehatan, FKTP, dan FKRTL semakin kuat sehingga pelayanan JKN di Kabupaten Nagan Raya menjadi lebih efektif, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang semakin optimal bagi masyarakat. ***
Tinggalkan Balasan