Krusial.com – Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBEN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar Postgraduate Student Seminar Series yang berlangsung di Ruang Ujian S2 FKIP USK, Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Exploring Contemporary Issues in Discourse, Digital Literacy, Language Preservation, and Educational Innovation: Emerging Perspectives in Applied Linguistics and Language Studies”, seminar tersebut menghadirkan berbagai hasil dan proposal penelitian mahasiswa yang menyoroti isu-isu mutakhir dalam bidang linguistik terapan, pendidikan bahasa, literasi digital, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK, Prof Dr Iskandar Abdul Samad M App Ling, mengatakan seminar tersebut menghadirkan enam mahasiswa dengan topik penelitian yang beragam dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
Presenter pertama, Putri Rizka Fonna, memaparkan proposal penelitian mengenai konstruksi pesan politik dan strategi retorika dalam pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi kebahasaan yang digunakan untuk menyampaikan pesan politik dan diplomatik Indonesia kepada audiens internasional serta memahami bagaimana bahasa berperan dalam membangun makna dan persuasi di forum global,” ujar Putri.
Sementara itu, Arfa Munawella mengangkat isu pelestarian bahasa daerah melalui penelitian mengenai vitalitas Bahasa Jamee.
“Penelitian ini menelaah kondisi keberlangsungan bahasa, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penggunaannya, serta berbagai aspek yang memengaruhi upaya mempertahankan bahasa tersebut sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat,” ungkap Arfa.
Pada sesi berikutnya, Cut Maulida Rahma mempresentasikan penelitian yang mengeksplorasi fitur leksikal dan medan semantik dalam permainan digital Mobile Legends: Bang Bang.
“Melalui analisis kualitatif terhadap cerita para hero dan deskripsi item permainan, penelitian ini berupaya mengidentifikasi pola penggunaan bahasa serta konstruksi makna yang berkembang dalam lingkungan gim digital,” kata Maulida.
Adapun Yulia Denanda membahas fenomena Prompt Literacy dalam penulisan akademik berbantuan kecerdasan buatan.
“Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa EFL di USK memahami, menyusun, dan memanfaatkan prompt untuk mendukung proses penulisan akademik,” ujar Yulia.
Presenter kelima, Jauharsyah, mengangkat penelitian mengenai representasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Inggris.
“Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana 18 nilai karakter yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan direpresentasikan dalam bahasa yang digunakan pada materi pembelajaran,” tuturnya.
Sedangkan Hurul Asyifa memaparkan penelitian mengenai ambiguitas ortografi vokal dalam Bahasa Aceh.
“Penelitian ini mengombinasikan analisis linguistik dengan pengembangan desain pembelajaran berbasis video untuk membantu pembelajar memahami sistem vokal Bahasa Aceh secara lebih efektif,” jelasnya.
Prof Iskandar Abdul Samad mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membangun budaya akademik yang kuat sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang relevan dengan dinamika perkembangan zaman.
“Topik-topik yang dipresentasikan mahasiswa pada seminar kali ini menunjukkan bahwa penelitian linguistik terapan dan pendidikan bahasa terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Mahasiswa tidak hanya mengkaji pembelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga menelaah literasi digital berbasis kecerdasan buatan, analisis wacana politik, pelestarian bahasa daerah, linguistik digital, serta pendidikan karakter,” katanya.
Menurut Prof Iskandar, keberagaman tema penelitian tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan teori dengan fenomena sosial dan teknologi yang berkembang saat ini.
“Penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Postgraduate Student Seminar Series merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, serta keterampilan penelitian.
Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mempertajam argumentasi penelitian, menerima masukan konstruktif, serta meningkatkan kualitas proposal yang sedang dikembangkan.***
Tinggalkan Balasan