Krusial.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan lima lighthouse IPO alias IPO kakap pada tahun 2025 ini. Adapun lighthouse IPO adalah penawaran umum perdana saham dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun dan free float minimal 15% atau nilai free float sebesar Rp 700 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, hingga saat ini, telah tercatat 4 lighthouse IPO, yaitu PT Raharja Energi Ceput Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Artinya, tinggal satu lagi supaya target BEI tahun ini tercapai, yaitu 5 lighthouse IPO.

“Pada tahun 2024, kami menargetkan 2 lighthouse IPO dan angka ini kami tingkatkan menjadi 5 lighthouse IPO untuk tahun 2025,” papar Nyoman Yetna kepada media dikutip Sabtu (16/8/2025).

Menurutnya, target tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong kehadiran emiten berskala besar yang diharapkan mampu memperkuat struktur pasar serta meningkatkan daya tarik bagi investor.

“Adapun untuk target lighthouse IPO tahun 2026, saat ini belum dapat disampaikan secara terbuka karena masih dalam tahap evaluasi dan penetapan lebih lanjut,” sambungnya.

Sinyal Positif

Nyoman mengatakan, kehadiran lighthouse IPO di Bursa Efek Indonesia sejauh ini memberikan sinyal positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan tingkat likuiditas yang tinggi mencerminkan bahwa pelaku usaha berskala besar masih memiliki keyakinan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, lighthouse IPO juga dinilai mampu menarik likuiditas baru karena investor institusi yang ada baik domestik maupun asing umumnya menunggu kehadiran perusahaan berskala besar dan bereputasi tinggi untuk mencatatkan sahamnya di BEI.

“Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menghadirkan aliran dana ke pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendukung likuiditas sekaligus dapat menciptakan kestabilan bagi pasar modal,” pungkas Nyoman.***

source: investor.id