Krusial.com — Sebanyak 21 guru perwakilan jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, mengikuti kegiatan pelatihan digitalisasi pembelajaran yang berlangsung di SD IT Insan Madani Meukek, Rabu (15/04/2026).
Kepala SD IT Insan Madani Meukek, Nelayanti Despan, S.H., S.Pd., yang juga bertindak sebagai tuan rumah sekaligus pemateri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelatihan ini telah lama dinantikan oleh para guru.
“Pelatihan ini sudah lama kami tunggu. Guru-guru menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi di kelas,” ujarnya kepada media, Kamis (16/4/2026).
Ia berharap, para peserta dapat menjadi motor penggerak digitalisasi di sekolah masing-masing, sehingga siswa tidak tertinggal dibandingkan dengan sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Afrizal, M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan penerapan ilmu yang diperoleh dari pelatihan. Ia mengimbau agar para peserta dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan guru lainnya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun kegiatan di sekolah masing-masing.
“Peserta yang hadir merupakan agen perubahan. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan agar manfaatnya lebih luas,” tegasnya.
Pengawas SD Kecamatan Meukek, Kamarudzaman, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan platform pembelajaran digital, pembuatan media ajar interaktif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, serta strategi asesmen digital.
“Melalui pelatihan ini diharapkan terjadi percepatan transformasi pembelajaran agar lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital,” ungkapnya.
Ia menambahkan, digitalisasi pembelajaran tidak hanya sekadar memindahkan buku ke layar, melainkan juga mengubah pola pikir guru dalam mengajar.
“Guru harus menjadi fasilitator yang melek teknologi. Jika guru siap, maka peserta didik di Meukek juga siap bersaing di era teknologi,” katanya.
Kamarudzaman juga menyampaikan bahwa ke depan, 21 guru yang telah mengikuti pelatihan ini diharapkan menjadi percontohan (pilot project) dalam penerapan digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing. Targetnya, seluruh SD di Kecamatan Meukek dapat menerapkan pembelajaran digital minimal 50 persen pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, salah satu pemateri, Hubbul Wathan, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) bukan hanya sebatas pergantian perangkat, melainkan perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.
“Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan fasilitator. Hal ini membuka ruang kolaborasi dan pengembangan ide bagi peserta didik,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan media interaktif mampu meningkatkan minat belajar siswa karena materi disajikan secara lebih menarik dan kolaboratif, serta mendorong kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.
Salah seorang peserta, Gita Nadia, S.Pd., mengaku pelatihan tersebut sangat membantu dalam menunjang proses pembelajaran di kelas.
“Ternyata banyak aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk membuat kuis, video pembelajaran, hingga rekap nilai secara otomatis, sehingga pembelajaran menjadi lebih efisien,” tuturnya.***
Tinggalkan Balasan