Krusial.com Aceh Selatan – Tingginya intensitas hujan di kawasan Labuhanhaji Raya menyebabkan beberapa desa terendam luapan air hujan. Selain berdampak pada terendamnya sejumlah desa di Kecamatan Labuhanhaji dan Labuhanhaji Barat, sejumlah fasilitas publik seperti badan jalan, perkantoran dan sekolah juga terendam akibat banjir luapan pada. Jumat (3/3/2023).
Banjir yang terjadi pada pukul 08:34 Wib dengan ketinggian air 20 cm hingga 50 cm itu dilaporkan mulai surut pada pukul 11:00 Wib dan petugas baik dari BPBD Aceh Selatan, TNI- Polri terus bersiaga di lokasi untuk mengatur lalulintas, pendataan penduduk yang berdampak hingga tindakan lainnya jika dibutuhkan.
Melihat kondisi banjir luapan yang terjadi secara tiba-tiba dan langsung surut serta berdampak pada aktivitas masyarakat atau pelayanan publik itu, maka pemerintah perlu mengkaji lebih dalam lagi apa yang menjadi penyebab utama selain kondisi alam atau geografis di wilayah tersebut.
Dari amatan wartawan, di kawasan Labuhanhaji Raya terlihat banyaknya saluran pembuangan atau parit yang tidak berfungsi akibat beberapa aktivitas masyarakat. Diantaranya banyak terlihat parit pembuangan air yang tertimbun material tanah akibat adanya aktivitas pembangunan, sehingga ketika hujan tiba air tidak dapat mengalir secara maksimal dan terjadinya luapan di badan jalan bahkan ke pemukiman.
Hal ini tentu saja dapat memperparah kondisi luapan banjir jika tidak ditindaklanjuti segera hingga berdampak pada kerusakan fasilitas publik, pemukiman masyarakat dan kondisi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Camat Labuhanhaji, Said Suhardi S.Pd mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan peninjauan terkait tidak berfungsinya saluran pembuangan air di Kecamatan Labuhanhaji.
”Kita sudah lakukan peninjauan terkait hal itu dan menunggu arahan pimpinan,” ucapnya.
Tinggalkan Balasan