Krusial.com – Sebagai salah satu liga terbaik, Premier League turut andil dalam kehidupan orang-orang dari berbagai macam negara. Kompetisi Premier League yang notabenenya memainkan 38 laga dalam satu musim atau 10 bulan, tak terkecuali bulan Ramadan.
Bulan Ramadan menjadi tantangan bagi setiap muslim untuk bisa menahan. Tak terkecuali para pemain dilapangan yang membutuhkan tenaga ekstra selama berpuasa.
Dua tahun kebelakang, tepatnya pada laga antara Leicester City menghadapi Crystal Palace, 26 April 2021, pertandingan sempat dihentikan sejenak untuk memperbolehkan Wesley Fofana (Leicester City) dan Cheikhou Kouyate (Crystal Palace) untuk berbuka di tengah pertandingan berlangsung.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tahun ini juga terjadi kesepakatan antara kapten tim dengan official Premier League ketika waktu berbuka sudah tiba maka pertandingan dihentikan sejenak bagi para pemain muslim untuk berbuka puasa.
“Semoga kedamaian dan kebahagiaan bagi semua yang memulai Ramadan. Semoga Allah mengizinkan kita menyelesaikan bulan suci dengan kerendahan hati, kebajikan dan dapat membantu siapa saja yang membutuhkan.” Ucap Arnaut Adam Danjuma (Spurs) dalam Instagramnya.
Dilansir premierleague.com, wawancara Abdoulaye Doucoure dengan BBC Sport “Kami merasa sangat percaya diri di sini, sangat diterima dan semuanya tersedia untuk dinikmati orang Muslim.”
Kebijakan ini merupakan bentuk toleransi Premier League. Nyatanya, masih banyak stadion-stadion yang menyediakan masjid bagi pemain, official klub maupun penonton yang membutuhkan tempat ibadah bagi muslim. Contohnya seperti Etihad Stadium milik Manchester City, maupun Anfield Stadium milik Liverpool yang menyediakan mushola.
Terbaru, 26 Maret 2023, Stamford Bridge akan mengadakan buka puasa bersama dengan menggandeng Chelsea Foundation dan Ramadan Tent Project sebagai pemilik acara. Tapi, yang diundang dan mempunyai tiket yang bisa hadir dalam buka puasa bersama di Stamford Bridge.
Dengan kebijakan ini, Premier League menjadi liga yang peduli terhadap orang-orang yang menggantungkan hidupnya disana. Dengan kebijakan ini juga, pada akhirnya akan berdampak baik terhadap pemain, official, maupun penonton.
Semoga niat baik ini bisa menular ke liga-liga Eropa lainnya. Agar bulan Ramadan ini bisa dimaknai dengan bulan yang penuh berkah.
Tinggalkan Balasan