Krusial.com – Hadir sebagai narasumber Diskusi Pemuda dan Kecendekiawanan, Dr. Ir. Tarmizi A. Karim, M.Sc ajak Pemuda ICMI untuk kembali ke basicnya ICMI sebagaimana dipopulerkan pendirinya Prof. Dr. BJ. Habibie yaitu Imtek dan Imtaq.
Menurut Tarmizi, inilah yang membedakan antara Pemuda ICMI dengan pemuda-pemuda yang lain. Ia berpesan agar dalam mengemban amanat organisasi, para pengurus memiliki wawasan ICMI, memiliki 5 (lima) hal.
Kelima hal tersebut adalah ikhlas beragama, kerja keras, memiliki responsibiliti, berakhlaq yang mulia dan berilmu pengetahuan.
Dewan Pembina MPW Pemuda ICMI Aceh tersebut mengharapkan generasi muda di Aceh harus mampu menunjukkan keindahan Islam, yang selama ini belum sepenuhnya mampu kita perlihatkan.
“Islam harus ditunjukkan secara elegant, bukan yang menakutkan. Tunjukkan the beauty of Islam. Kita bersyukur di moment piala dunia Qatar, terlihat magisnya Islam, sangat indah sekali,” ujar mantan calon Gubernur Aceh itu mencontohkan.
“Cara pandang Pemuda ICMI harus berbeda dalam melihat sesuatu. Karena basic kita adalah bagaimana memadukan antara ilmu pengetahuan teknologi (imtek) dan iman dan taqwa (imtaq)”, ungkap Tarmizi.
Diskusi pemuda dan kecendekiawan merupakan kegiatan berkala yang digelar oleh Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Aceh. Menurut Ketua MPW Pemuda ICMI Aceh, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, kegiatan tersebut bertujuan untuk peningkatan kapasitas intelektual para pemuda Aceh.
“Selain menambah ilmu, pengetahuan, wawasan dan motivasi, kegiatan diskusi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan transfer pengalaman dari para tokoh baik dari lingkungan ICMI maupun luar ICMI”, ungkap Yasar.
Diskusi yang dipandu oleh Achyar Rasyidi, ST., MT tersebut dilaksanakan di Ruang VVIP 3in1 Cafe, Minggu, 18/12/2022. Turut hadir Direktur Aceh Institut, Muazzinah, B.Sc., MPA, Sekretaris MPW Pemuda ICMI Aceh, Muhammad Fadhil, ST., MT beserta sejumlah pengurus.
Tinggalkan Balasan