Krusial.com| Aceh Selatan – WALHI Aceh dan Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Cot Bayu Kecamatan Trumon Timur, Senin (21/11/2022).

Anggota WALHI Aceh Selatan, Sarbunis mengatakan bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Keuchik Gampong Cot Bayu yang selanjutnya diserahkan kepada warga.

” Sudah dua pekan atau 15 hari warga di Cot Bayu terisolir, akses jalan dari dan menuju Cot Bayu masih terendam banjir,” ucap Direktur YGHL itu.

Lebih lanjut, Sarbunis mengatakan kondisi banjir juga telah melumpuhkan aktivitas warga yang merupakan petani itu, bahkan dampak banjir juga melumpuhkan ekonomi dan masyarakat dan gangguan kesehatan.

” Kebun dan sebagian pemukiman masih terendam banjir, tanaman petani gagal panen baik sawit atau tanaman lainya,” ucapnya kepada Krusial.com.

Sarbunis berharap, bantuan tersebut dapat mengurangi dan bermanfaat bagi para warga yang sedang mengalami dampak banjir di Trumon.

Menurutnya bencana banjir di Trumon dan dampak yang ditimbulkan harus dijadikan perhatian serius pemerintah baik kabupaten maupun provinsi hingga Pemerintah Pusat, pasalnya banjir yang terjadi telah merenggut hak-hak masyarakat, baik ekonomi maupun kesehatannya.

“Pemerintah diharapkan segera menyusun langkah mitigasi bencana banjir kiriman dari Sungai Gelombang itu semaksimal mungkin, penanggulangannya juga dilakukan secara terintegrasi sehingga hak-hak masyarakat akibat bencana tersebut dapat dipulihkan,” tutupnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Cot Bayu, Faisal menyampaikan terimakasih kepada WALHI Aceh dan YGHL atas bantuan yang telah disalurkan tersebut. Menurutnya saat ini masyarakat di desanya mengalami dampak yang sangat besar akibat banjir Luapan Sungai Gelombang atau Lae Soraya.

” Terimakasih atas bantuan logistik WALHI Aceh dan YGHL, kami juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu warga Cot Bayu,” ucapnya.

Kerugian gagal panen yang dialami warga Gampong Cot Bayu menurutnya sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat, sehingga dirinya meminta agar pemerintah serius mengendalikan bencana banjir tersebut.

” Sawit, jagung dan cabe masyarakat semua mengalami gagal panen, dan ini tidak sedikit jumlahnya, semoga pemerintah dapat memberikan kompensasi atas dampak banjir ini dan segera menemukan langkah terbaik untuk menghentikan bencana banjir di Trumon,” tandasnya.