Oleh : Syairul Basni, SKM
Krusial.com| Aceh Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Kelas I Iskandar Muda Banda Aceh mengingat bahwa akan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor di Aceh sejak 13-20 November 2022.
Info penting tersebut disampaikan BMKG Aceh kepada Pj Gubenur dalam surat bernomor : ME.02.04/013/KBTJ/XI/2022 Banda Aceh, 13 November 2022 bersifat penting, perihal Info Siaga Bencana Hidrometeorologi yang di tandatangani Kepala BMKG Aceh, tertanggal 13 November 2022. Disebutkan, sehubungan dengan terdapatnya potensi daerah Sirkulasi Siklonik di sekitaran Timur Aceh yang membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di seluruh wilayah Propinsi Aceh. Berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang serta dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor berlaku pada tanggal 13 – 20 November 2022. Prediksi ini berlaku hampir diseluruh wilayah di Provinsi Aceh. Dengan pembagian wilayah Siaga dan Wilayah Waspada.
Himbauan ini selain meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana, kita juga diharapkan bersiap siaga dan waspada terhadap bahaya wabah endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria.
Karena di musim penghujan saat ini, disamping waspada terhadap potensi banjir, seluruh masyarakat harus mencegah dampak beberapa penyakit yang ditimbulkan seperti wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria.
Belakangan ini seluruh wilayah di aceh selalu dilanda hujan mulai dari intensitas rendah hingga intensitas tinggi. Memasuki musim penghujan, banyak penyakit yang mengintai, membuat masyarakat harus selalu waspada akan kesehatan, terlebih saat masih berada dalam situasi pandemi COVID-19.
Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue.
Kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.
Kita harus antisipasi dengan tetap menjaga kebersihan dan menggiatkan Gerakan 3 M Plus yakni Menguras penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Memanfaatkan benda-benda yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD.
Sementara poin plus dalam 3M plus adalah bentuk upaya pencegahan tambahan, termasuk memelihara ikan pemakan jentik nyamuk Menggunakan obat anti nyamuk, Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Gotong Royong membersihkan lingkungan, Periksa tempat-tempat penampungan air, Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, dan Menanam tanaman pengusir nyamuk.
Untuk itu kita wajib terus memberikan sosialisasi mengenai peningkatan bahaya-bahaya wabah nyamuk DBD dan malaria yang biasanya datang pada musim penghujan.
Mari secara bersama-sama melakukan tindakan pencegahan bahaya wabah endemik yang kerap muncul saat musim penghujan. Dengan begitu tidak ada warga yang menjadi korban akibat dampaknya.
Penulis adalah : Pengendalian Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan
Tinggalkan Balasan