Krusial.com| Aceh Selatan – Kesatuan Penjagaan Laut Dan Pantai (KPLP) Tapaktuan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan dan KNTI Aceh Selatan melaksanakan Gerai Nasional pengukuran kapal berbendera Indonesia di bawah GT.7 dan penerbitan E-PAS kecil di pantai Desa Ujong Puloe Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Rabu (10/11/2022).

Sebelum melakukan pengukuran, KPLP Tapaktuan, DKP Aceh dan KNTI Aceh Selatan melaksanakan sosialisasi terkait fungsi dan manfaat E-Pas bagi nelayan di Aceh Selatan.

Kepala Kantor Syahbandar Aceh Selatan, Jaruslim SH mengatakan progam gerai nasional tersebut bertujuan untuk memudahkan nelayan mendapatkan pas kecil, yang berfungsi sebagai sertifikat kebangsaan dan berhak mengibarkan bendera merah putih.

” Ini merupakan tanda bukti kepemilikan kepemilikan dengan mendapatkan legalitas yang jelas, dengan adanya E-Pas maka nelayan juga mudah mengurus asuransi kecelakaan dan menjadi syarat untuk mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah,” ucapnya.

Jaruslim melanjutkan, E-Pas juga merupakan syarat penting bagi nelayan untuk mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi, serta untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi nelayan yang mengunakan kapal di bawah GT.7.

” Kementerian Perhubungan telah melaksanakan program Gerai Nasional sejak awal September, ini upaya jemput bola untuk mempermudah nelayan mengurus E-Pas kecil,” tutupnya.

Senada dengan itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Dzumairi mengatakan dalam waktu dekat Pemerintah Aceh Selatan melalui DKP akan menyalurkan bantuan khusus nelayan akibat dampak Inflasi sebesar Rp.900.000.000, dengan menargetkan 1.500 nelayan yang memiliki kapal 3GT ke bawah.

” Syarat penerima bansus tersebut adalah nelayan yang memiliki kapal 3GT ke bawah, warga Aceh Selatan , memiliki Kartu Kusuka dan BPJS ketenagakerjaan,” ucapnya.

Ia menambahkan bagi mereka yang memiliki E pas akan mendapatkan bantuan sebesar 100 persen dan bagi yang tidak akan dijadikan penerima bantuan kategori dua dengan besaran bantuan 70 persen.

Kendati demikian, Dzumairi menjelaskan nelayan pemilik perahu 5 GT ke bawah di Aceh Selatan masih sangat minim, berkisar hanya sekitar 5 persen saja, untuk itu pihaknya sangat berterimakasih atas dilaksanakan gerai nasional tersebut sehingga dapat mempermudah nelayan mengurus E-Pas nya.

” Kami berharap nelayan dapat memanfaatkan gerai nasional ini dengan sebaik-baiknya, sehingga hal ini akan mempermudah nelayan mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi,” tandasnya.

Sementara itu, ketua DPD KNTI Aceh Selatan, Jeri Rahmat, menyambut baik hadirnya Gerai Nasional pengukuran kapal berbendera Indonesia di bawah GT 7 tersebut, menurutnya upaya tersebut sangat membantu nelayan.

“Kami sangat berterimakasih, program ini sangat membantu nelayan kita di Aceh Selatan dan E pas tersebut sangat banyak manfaatnya,” ujar Jeri.

Ia mengatakan, DPD KNTI Aceh Selatan terus melakukan upaya-upaya sinergitas dengan para pihak di Aceh Selatan untuk memastikan terjaminnya hak-hak nelayan tradisional dengan cara-cara yang legal dan sesuai aturan yang berlaku.

” Sebagai lembaga swadaya, kami terus melakukan upaya-upaya sinergitas dengan para pihak di Aceh Selatan agar dapat merealisasikan hak-hak nelayan tradisional, sebagai lembaga swadaya kami mohon dukungan dan bimbingan dari para pihak di Aceh Selatan agar kita dapat sama-sama memperjuangkan nasib nelayan tradisional,” ucapnya.