KRUSIAL.COM, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat menjalin perjanjian kerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, Selasa (27/9/2022).

Kerjasama itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha budidaya nilam di wilayah Aceh dan diharapkan bisa meningkatkan kualitas minyak nilam Aceh yang merupakan komoditas unggulan Indonesia.

“Tentunya dengan  mendukung pemulihan ekonomi melalui program pemberdayaan,”kata Direktur Sales & Distribution Bank BSI Anton Sukarna.

Anton Sukarna menjelaskan, kedepannya BSI dan BSI Maslahat akan berperan melaksanakan program UMKM BSI bagi masyarakat pelaku budidaya Nilam di wilayah Aceh.

“Sementara ARC Universitas Syiah Kuala memberikan dukungan agar Program UMKM BSI Klaster Minyak Nilam agar dapat berhasil mendapatkan produk berkualitas dan produksinya dapat meningkat dengan cara melakukan pendampingan menyerap hasil budidaya minyak nilam,”ujarnya.

Adapun harapanya, ARC Universitas Syiah Kuala bisa  mendampingin dan menyerap hasil panen minyak nilam dari petani binaan BSI Maslahat yaitu masyarakat yang kurang mampu/mustahik.

“Karena dari satu hektar lahan biassanya ini mampu menghasilkan 200 kg nilam, sementara harga minyak nilam saat ini, mencapai Rp 500 hingga Rp 600 ribu per kilo.

“Lahan eksisting saat ini mencapai 15 hektar. Sementara jumlah penerima manfaatnya ada 50 orang.

ARC Universitas Syiah Kuala adalah lembaga yang didirikan untuk mengangkat kembali minyak nilam yang merupakan komoditas unggulan Aceh. Minyak nilam sendiri memiliki sejarah panjang di Aceh sejak zaman Belanda. ARC dinilai sudah berpengalaman dalam mengurus nilam.

Maka sebab itulah BSI dan BSI Maslahat akan menyiapkan program khusus untuk mengangkat potensi komoditas nilam Aceh.

“Untuk produk minyak nilam saat ini dapat dijumpai di UMKM Center BSI di Aceh. Pada tahun 2022 ini, BSI menargetkan produk minyak nilam asal Aceh dapat menjadi komoditas ekspor asal Aceh,”katanya.

Anton juga menegaskan BSI Maslahat akan terus berkolaborasi  dengan ARC Universitas Syiah Kuala dan kembali menghidupkan gairah produksi minyak nilam.

“Harapan saya dengan perjanjian kerja sama dengan Univesitas Syiah Kuala melalui ARC dapat mendampingi petani nilam agar mampu bersaing di pasar,”tutupnya. (Ril)