Laporan: Safdar.S

Krusial.com| Aceh Selatan – Pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama ,tidak hanya oleh Badan POM, melainkan dari stakeholders, pelaku usaha hingga masyarakat.

Hal itu disampaikan Camat Kluet Utara, Misbah, S.Ag saat memberikan sambutan pada kegiatan diskusi Penyampaian Informasi Obat dan Makanan, terkait sinergitas Pentaheliks dalam mendukung peduli obat dan makanan aman yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di aula kantor Camat Kluet Utara, Selasa (27/9/2022).

” Maka dari itu, diperlukan adanya komitmen dan sinergitas dari seluruh komponen tersebut untuk menjamin keamanan dan higienisnya suatu makanan, semoga kegiatan ini benar-benar menjadi sarana penyampaian informasi yang melibatkan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator pemeriksaan Loka POM di Kabupaten Aceh Selatan, Sri Hanifa Mulyani, S.Farm, Apt menjelaskan, akibat penyalahgunaan dan penggunaan obat yang salah sehingga banyak menimbulkan efek samping baik ringan maupun berat terhadap konsumen.

Ia menambahkan masyarakat dapat memilih jenis obat dan makanan yang terpenuhi kriteria, jaminan,m keamanan dengan tidak tercemar agen berbahaya.

Staf Infokom BPOM RI di Kabupaten Aceh Selatan, Triana Aulia, STP dalam pemaparannya menjelaskan, bahan kimia obat senyawa sintetis umumnya digunakan pada pengobatan modern, sehingga penggunaan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat berdampak negatif bagi konsumen.

“Kesengajaan pelaku usaha untuk menambah nilai jual produk dengan menambahkan bahan obat kimia dimanfaatkan karena ketidakpahaman masyarakat akan bahaya kesehatan,” jelas Triana Aulia.

Hadir sebagai pemateri dari BPOM RI, Sri Hanifa Mulyani, S.Farm, Apt sebagai koordinator pemeriksaan Loka POM di Kabupaten Aceh Selatan, Triana Aulia, STP dan Annisa Firda Ulfah, SKM,