Krusial.com — Kecelakaan tunggal melibatkan truk hauling pengangkut batu bara yang diduga milik PT Pada Semesta Utama (PSU) terjadi di Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di Desa Teungoh, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Truk tersebut terperosok ke saluran got di depan Pelabuhan Penyeberangan Bubon hingga mengakibatkan pagar pelabuhan roboh. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut dan Polisi kini masih menangani dan menyelidiki kecelakaan itu.

Kasatlantas Polres Aceh Barat, AKP Eko Suhendro, mengatakan dugaan sementara kecelakaan terjadi setelah pengemudi mengalami microsleep atau kondisi tertidur singkat saat mengemudikan kendaraan.

“Kejadiannya berada di Desa Teungoh jalur sebelah kiri dari Meulaboh. Terjadi pada pukul 08.00 WIB pagi hari tadi, dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” kata Eko kepada Krusial, Kamis (27/8/2026).

Menurut Eko, saat ini petugas Satlantas masih melakukan penanganan di lokasi. Proses pembersihan terhadap kendaraan dan material juga masih dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Meski dugaan awal mengarah pada microsleep, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan secara keseluruhan. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan tersebut.

Kendati demikian, truk tersebut akan dievakuasi dan dibawa ke Kantor Satlantas Polres Aceh Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Truknya akan kita bawa dulu ke Kantor Satlantas Aceh Barat. Dan banti kronologis lengkapnya akan kami sampaikan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, External and Government Relations PT Agrabudi Jasa Bersama (AJB), Safran Arie Thama, membenarkan truk tersebut mengangkut material batu bara yang diproduksi PT AJB.

Namun, Safran menjelaskan bahwa aktivitas pengangkutan menuju Calang merupakan bagian dari pekerjaan perusahaan pengangkut atau vendor yang menangani distribusi material tersebut.

“Untuk pengangkutan menuju Calang, tanggung jawab operasionalnya berada pada perusahaan pengangkut. PT AJB dalam hal ini berkaitan dengan penjualan material saja, sedangkan pengangkutannya ditangani oleh vendor,” jelas Safran.

Safran juga membedakan aktivitas pengangkutan yang dilakukan PT AJB sendiri. Menurutnya, pengangkutan batu bara menuju PLTU Nagan Raya merupakan aktivitas yang berada dalam lingkup operasional AJB, sedangkan distribusi ke Calang dilakukan melalui pihak pengangkut atau vendor PT PSU.

“Kalau untuk PLTU Nagan Raya, itu memang pengangkutan berkaitan langsung dengan AJB dan berada di bawah naungan AJB. Sedangkan yang menuju Calang merupakan aktivitas pengangkutan oleh Semangat Baru, vendornya PT PSU,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit truk hauling pengangkut batu bara dengan nomor polisi BK 8395 FX terperosok ke saluran got di depan Pelabuhan Bubon, Gampong (Desa) Teungoh, Kecamatan Bubon.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden ini mendapat sorotan karena truk pengangkut batu bara itu disebut melintas di ruas Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh yang merupakan jalur aktivitas masyarakat. ***