Krusial.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Generasi Milenial Indonesia, Albar, menyampaikan harapan generasi muda terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Senin (24/8/2026).
Menurut Albar, Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, arah pembenahan institusi kepolisian juga menjadi perhatian generasi muda sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
“Generasi milenial Indonesia berharap Polri ke depan semakin profesional, humanis, transparan, dan mampu membangun kepercayaan publik. Tantangan Polri tidak semakin ringan karena perkembangan teknologi, media sosial, kejahatan digital, perubahan sosial, serta tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan dan penegakan hukum yang adil,” ujar Albar.
Kepercayaan Publik Jadi Tantangan Utama
Albar menilai tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Di tengah keterbukaan informasi, tindakan aparat dapat dengan cepat diketahui publik dan menjadi bahan perhatian masyarakat. Karena itu, menurutnya, profesionalitas dan integritas personel menjadi semakin penting.
Ia mendorong Polri terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pengawasan serta memastikan setiap anggota menjalankan tugas berdasarkan hukum, kode etik, profesionalitas dan prinsip keadilan.
“Polri harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Generasi muda hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, Polri juga harus semakin kuat dalam menghadapi kejahatan siber, penyebaran hoaks, penipuan digital, perdagangan ilegal melalui platform digital, serta berbagai bentuk kejahatan baru yang berkembang di ruang digital,” jelasnya.
Penegakan Hukum Harus Setara
Selain tantangan teknologi, Albar menyoroti pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa penegakan hukum dilakukan secara objektif, profesional dan tidak diskriminatif.
Ia juga mendorong penguatan hubungan antara Polri dan generasi muda. Anak muda, kata Albar, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelompok yang perlu dibina, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan membangun kehidupan demokrasi yang sehat.
“Kami ingin melihat lebih banyak ruang dialog antara Polri dengan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat sipil. Kritik dari masyarakat jangan selalu dipandang sebagai bentuk perlawanan. Kritik yang konstruktif justru dapat menjadi energi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan,” tegasnya.
Tantangan Polri Semakin Kompleks
Albar menyebut sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian Polri, mulai dari meningkatnya kejahatan berbasis teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, penyebaran informasi palsu, kejahatan ekonomi, konflik sosial hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Di sisi internal, ia menilai penguatan integritas personel, profesionalitas, pengawasan serta pencegahan penyalahgunaan kewenangan juga harus menjadi agenda pembenahan yang berkelanjutan.
“Reformasi kepolisian harus menjadi proses yang berkelanjutan. Polri tidak boleh berhenti melakukan evaluasi. Setiap persoalan harus dijadikan pelajaran untuk membangun institusi yang semakin kuat dan semakin dipercaya masyarakat,” kata Albar.
DPP Generasi Milenial Indonesia, lanjutnya, siap menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan masukan secara kritis namun konstruktif kepada Polri.
Albar berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus dibangun dengan semangat keterbukaan dan kepentingan nasional.
“Harapan generasi milenial kepada Polri sangat besar. Kami ingin Polri yang kuat dalam menegakkan hukum, tetapi tetap humanis dalam melayani masyarakat. Kami ingin Polri yang tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap menghormati hak-hak masyarakat. Dan kami ingin Polri yang modern, profesional, transparan, serta mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.
Menurut Albar, keberhasilan Polri pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah perkara yang berhasil ditangani, tetapi juga dari seberapa besar rasa aman, keadilan dan kepercayaan yang dirasakan masyarakat.
“Polri adalah bagian dari rakyat. Karena itu, mari bersama-sama membangun Polri yang semakin Presisi, semakin profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutup Albar.***
Tinggalkan Balasan