Krusial.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengingatkan mahasiswa baru Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh agar tidak mudah mengikuti tren penggunaan vape, terutama produk dengan kandungan liquid yang tidak jelas.
Peringatan itu disampaikan Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dr Dedy Tabrani saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru ISBI Aceh di Jantho, Selasa (18/8/2026).
Dalam kegiatan bertema “Ancaman Narkoba dan Judi Online: Menjaga Masa Depan Generasi Muda” tersebut, Dedy menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin beragam, termasuk penggunaan rokok elektrik sebagai media memasukkan zat psikoaktif ke dalam tubuh.
Menurut Dedy, vape kini tidak hanya berkaitan dengan produk nikotin. Sejumlah temuan menunjukkan adanya liquid vape yang disalahgunakan dengan mencampurkan narkotika maupun zat psikoaktif lainnya.
“Ini merupakan modus baru yang harus kita waspadai. Vape tidak boleh dianggap aman hanya karena bentuknya berbeda. Ketika liquid-nya telah dicampurkan narkotika atau zat psikoaktif lainnya, risikonya menjadi sangat serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” tegas Dedy.
Ia menyebut Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap sejumlah liquid vape yang mengandung berbagai zat berbahaya, di antaranya etomidate, ketamin, metamfetamina, THC, MDMA, kokain serta senyawa sintetis lainnya.
Dari berbagai zat tersebut, etomidate menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena ditemukan dalam sejumlah kasus penyalahgunaan vape pada 2026.
Dedy mengingatkan mahasiswa agar tidak membeli atau menggunakan vape maupun liquid yang tidak diketahui secara jelas kandungannya. Ia meminta generasi muda tidak mudah tergiur tren atau tawaran produk yang dikemas dengan tampilan modern.
“Mahasiswa jangan mudah tergiur dengan tren atau tawaran vape dengan liquid yang tidak jelas. Jangan mencoba, jangan membeli dan jangan menggunakan produk yang tidak diketahui kandungannya. Sekali mencoba, risikonya bisa sangat besar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa etomidate telah ditetapkan sebagai narkotika Golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.
Menurut Dedy, munculnya modus baru tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkotika terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu meningkatkan literasi serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk baru penyalahgunaan narkotika.
Selain persoalan narkotika, Dedy mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman judi online yang semakin mudah diakses melalui telepon pintar dan internet.
“Narkoba dan judi online sama-sama dapat menimbulkan perilaku adiktif dan berdampak pada kehidupan seseorang. Karena itu, gunakan teknologi secara bijak, pilih lingkungan yang positif dan jangan pernah mencoba sesuatu yang dapat merusak masa depan,” katanya.
Dedy menekankan mahasiswa merupakan kelompok strategis sekaligus calon pemimpin yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki ketahanan diri dan kemampuan mengambil keputusan di tengah berbagai pengaruh negatif, baik di lingkungan sekitar maupun ruang digital.
“Mahasiswa harus mampu menjaga diri dan menentukan pilihan yang tepat. Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun harus terhenti karena narkoba maupun judi online,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Dedy mengajak mahasiswa ISBI Aceh mengisi masa perkuliahan dengan aktivitas positif, mengembangkan kreativitas dan mengejar prestasi.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat, termasuk mengkampanyekan gaya hidup sehat, produktif dan bebas narkoba.
Menurutnya, mahasiswa ISBI Aceh memiliki potensi besar menjadi agen perubahan melalui karya dan kreativitas yang dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika dan berbagai perilaku adiktif. ***
Tinggalkan Balasan