Krusial.com – SMA Negeri 1 Madat, Kabupaten Aceh Timur, membagikan seragam sekolah secara gratis kepada 67 siswa baru kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua atau wali murid.
Pembagian bantuan berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Madat pada Kamis (23/7/2026). Setiap siswa menerima satu stel baju batik sekolah, satu stel pakaian olahraga, serta simbol atau atribut sekolah tanpa dipungut biaya.
Kepala SMA Negeri 1 Madat, Rinakhairani, S.Pd., mengatakan program tersebut merupakan wujud kepedulian keluarga besar sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan berpihak kepada peserta didik.
“Melalui program ini diharapkan seluruh siswa baru dapat memperoleh perlengkapan sekolah yang layak, sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujar Rinakhairani, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan antara kepala sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.
Selain membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah siswa baru, program ini juga menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap dunia pendidikan.
Rinakhairani mengungkapkan, pembagian seragam gratis terlaksana melalui partisipasi sukarela kepala sekolah, 23 guru, dan enam tenaga kependidikan.
Dari partisipasi tersebut berhasil dihimpun dana sebesar Rp27.000.000 yang dikumpulkan melalui mekanisme iuran sukarela secara bertahap selama enam bulan sehingga tidak memberatkan para donatur.
Menurutnya, program pembagian simbol sekolah gratis telah berjalan selama dua tahun ajaran sebagai inisiatif kepala sekolah. Sementara pembagian baju batik dan pakaian olahraga mulai direalisasikan pada Tahun Pelajaran 2026/2027 berkat gotong royong seluruh guru dan tenaga kependidikan.
“Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat apresiasi dari masyarakat serta orang tua siswa sebagai bentuk pelayanan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa, sekaligus menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di lingkungan sekolah.
Selain itu, program ini diharapkan mampu mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik serta memperkuat citra SMA Negeri 1 Madat sebagai sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan dan masa depan siswanya.
Rinakhairani berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif di SMA Negeri 1 Madat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi seluruh peserta didik.***
Tinggalkan Balasan