Laporan: Redaksi

Krusial.com|Aceh Selatan– Manajer Raja Pante FC, Muzahar meminta Askab Aceh Selatan untuk segera mengambil keputusan atas tuntutan klubnya terkait pertandingan antara Raja Pante FC Limau Purut dan Sakura B Krung Batu pada Open Turnamen Cup Piala PSKR I di lapangan sepakbola Putra Junior Krueng Batee, pada Kamis (18/8/2022).

Menurutnya pertandingan tersebut menyisakan kekecewaan dan dinilai hanya memikirkan keuntungan sepihak, pasalnya pada pertandingan tersebut baik wasit maupun pihak pelaksana di lapangan tidak menggubris protes yang dilakukan kesebelasan Raja Pante FC.

” Pada let pertama karena wasit memihak dan mengambil keputusan berat sebelah, klub kami keluar lapangan dengan hasil imbang, enam kali kami minta agar wasit diganti, namun tidak digubris, setelah itu kami dikalahkan dengan tendangan pinalti kosong di menit terakhir,” ucapnya didampingi Pelatih M.Fadhil dan Official tim Agus Madi, kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (28/8/2022).

Lebih lanjut, Muzahar mengatakan kesebelasannya menuntut keadilan terhadap sikap wasit yang mengambil keputusan sebelah pihak pada saat pertandingan tersebut dan berharap kepada panitia pelaksana pertandingan agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

” Masyarakat Limau Purut atau sporter Raja Pante menuntut keputusan yang adil, kepada ketua Askab PSSI Aceh Selatan atau komisi disiplin PSSI Aceh Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, surat tuntutan Nomor Istimewa/2022 tertanggal 19 Agustus 2022, sudah dilayangkan pihaknya, oleh karena itu ia meminta agar segera diproses atau ditindaklanjuti sehingga ada solusi.

Ia mengatakan proses mediasi juga sudah dilakukan di Kecamatan Kluet Utara pada Jumat (19/8/2022) lalu, mediasi tersebu juga dihadiri sekretaris Askab Aceh Selatan, Kadispora Aceh Selatan dan panitia pelaksana Open Turnamen PSKR Cup I serta pihak Raja Pante FC.

” Memang sudah dilakukan mediasi, namun belum ada keputusan yang diberikan ke kami, persoalan ini jangan diperlambat-lambat,” pintanya

Sementara, Ketua PSSI Aceh Selatan Irwandi, SP, MP, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari kesebelasan Raja Pante FC dan pihaknya akan meneruskan ke komisi disiplin PSSI, untuk selanjutnya akan dibahas.

” Dalam sidang komdis hasilnya belum diketahui, kita tunggu hasil keputusan Komdis Askab PSSI Aceh Selatan, dalam sepakbola tidak ada istilah mediasi kita hanya berpegang pada statuta PSSI,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen PSKR Cup I, Munawir menyatakan langkah upaya menangani persoalan tuntutan Raja Pante FC sudah ditangani oleh Askab dan masih menunggu proses.

” Open turnamen tetap dilanjut karena itu sudah keputusan Ketua Askab, karena dengan pihak panitia tim Raja Pante FC tidak bermasalah dan tidak ada pengaruh dengan persoalan tersebut,” tandasnya.