Krusial.com — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PBJPH) mengklaim dari 13 juta UMKM di Indonesia, 80 persennya sudah tersetifikasi halal. Hal ini dipicu oleh bantuan program SEHATI (Sertifikat Halal Gratis) yang setiap tahunnya digelontorkan satu juta kuota.
“Secara total dari 2019, 2020-2026 per hari ini, total produk yang sudah disertifikasi halal sekitar 13 juta secara nasional. Nah, 13 juta produk itu memang terbesarnya dari 80 persen dari pelaku UMKM,” ujar Direktur Sertifikasi Halal BPJPH, Yanis Nuraini di Tangerang Selatan, Minggu 7 Juni 2026.
Yanis mengaku selama ini pemerintah memberikan program SEHATI, yaitu, bantuan program sertifikat halal gratis dan setiap tahun satu juta. Bantua itu untuk mendorong pelaku usaha untuk mengurus serufikasi halal.
“Iya, tadi pada kesedih katanya kehabisan kuota. Memang Provinsi Banten ini habis duluan, sebab untuk kuota SEHATI kan satu juta memang untuk nasional,” kata dia.
Dari satu juta kuota, lanjutnya, pihaknya membagi menjadi masing-masing provinsi menggunakan beberapa variabel. Pertama jumlah penduduk, jumlah pelaku usaha makanan-minuman mikro kecil, jumlah sertifikat halal yang terbit dan jumlah pendamping.
“Karena pendamping yang akan turun untuk mensertifikasi. Nah, di Banten ini bulan April kalau enggak salah, dia sudah habis duluan kuotanya,” ucap Yanis.
“Jadi nomor satunya Banten, nomor duanya itu ada Bengkulu, ketiga Jawa Barat, keempat Aceh, kelima Sumatera Utara yang kuotanya habis duluan. Dan nanti di 1 Juli 2026, jika kuota provinsi sampai dengan 30 Juni tidak habis, akan dibuka kuota nasional dan siapa pun bisa pakai, kalau masih ada,” sambungnya.
Tinggalkan Balasan