Krusial.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat atau rebound sebesar 15,86 poin (0,26 persen) ke posisi 6.146 pada sesi I, Jumat (29/5/2026). IHSG bergerak di rentang 6.111-6.148.
Di saat yang sama, sejumlah saham terpantau beterbangan dan masuk daftar top gainers, salah satunya saham BREN.
Berdasarkan data IDX, tercatat sebanyak 4,000 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp2,147 triliun dan frekuensi perdagangan baru mencapai 93,5 ribu kali transaksi.
Sebanyak 214 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 252 saham terkoreksi, dan 493 saham stagnan.
Di awal perdagangan sesi I, sejumlah saham naik dan masuk daftar top gainers. Harga sahamnya melonjak mulai dari 18 persen hingga 25 persen.
Saham-saham top gainers tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 25 persen ke level 3.300 dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melejit 24,75 persen menjadi Rp 630.
Selanjutnya saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) melesat 24,69 persen ke level Rp1.010, PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) naik 24,35 persen ke level Rp1.200, dan PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) meningkat 18,56 persen ke level Rp990.
Volatilitas Tinggi
Co-Founder Pasar Dana dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, melihat pasar saham Indonesia hari ini, bisa jadi menghadapi volatilitas tinggi, karena pada tanggal tersebut fund manager pasif kemungkinan bakal melakukan rebalancing portofolio mengikuti pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026, yang akan efektif pada 1 Juni 2026.
Melihat pola pergerakan saham atau indeks harga saham gabungan (IHSG) setelah pengumuman MSCI, sebagian besar fund manager (manajer investasi) diperkirakan telah melakukan penyesuaian portofolio tanpa menunggu sampai tanggal terakhir, 29 Mei 2026.
“Yang menarik, tidak terlihat kepanikan berarti di pasar, biarpun sebagian saham yang dikeluarkan MSCI tertekan turun,” kata Hans Kwee, Jumat (29/5/2026).
Meski demikian, menurut dia, masih ada potensi tekanan turun khususnya pada saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index.
Namun, penghapusan (deletion) yang dilakukan MSCI terhadap sejumlah saham emiten RI dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas. Ini bukan mencerminkan perubahan atau penurunan fundamental pada perusahaan.
“Banyak perusahaan yang dikeluarkan berfundamental bagus, punya prospek yang sangat baik dan saat ini punya valuasi yang sangat menarik,” ungkap Hans.
Lebih lanjut, setelah rebalancing MSCI ini bisa jadi bottom dari penurunan IHSG dan berpeluang kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan di masa depan.
Reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO juga dinilai telah berhasil meningkatkan dan memperkuat transparansi, kredibilitas, dan integrasi pasar modal Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan asing.
Rebalancing MSCI
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, tanggal efektif rebalancing MSCI pada penutupan perdagangan hari ini diperkirakan dapat meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Batas bawah (support) IHSG diprediksi di level 6.060 dan batas atas (resistance) di 6.240. Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130 dengan net foreign sell sebesar Rp1,89 triliun di pasar reguler.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya aksi profit taking dan tekanan pada sejumlah saham big cap serta saham komoditas. Reli saham-saham Grup Barito Pacific yang sempat menopang pergerakan IHSG ternyata belum cukup kuat untuk menahan koreksi pasar yang makin meluas.
“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah dengan area resistance di 6.240 dan support di 6.060,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (29/5/2026).
Pelaku pasar juga akan mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level 16.800 per dolar AS, sehingga berisiko mendorong capital outflow lebih lanjut.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham EMAS. Target harga saham EMAS sebesar Rp7.900-8.275 (day trade). Stop Loss <Rp 7.200.
Selain EMAS, saham PGAS juga direkomendasikan buy. Target harga saham PGAS sebesar Rp1.925-1.955 (day trade). Stop loss <Rp 1.850.
Sedangkan saham TOWR dan BSDE direkomendasikan sell. Target harga saham TOWR Rp370 dan BSDE Rp645.***
Tinggalkan Balasan