Krusial.com — Suasana Car Free Day di Banda Aceh, Minggu (3/5/2025), dipadati pengunjung. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) turut ambil bagian dengan menjajakan berbagai produk hasil karya mereka kepada masyarakat.

Salah satu siswi SMKN 3 Banda Aceh, Humaira, tampak aktif menawarkan dagangan kepada pengunjung yang melintas.

“Singgah ibu lihat produk kami, ini stik kami, Bapak,” ujarnya sambil menyapa warga yang datang ke lokasi kegiatan.

Humaira tidak sendiri. Ia bersama siswa dari berbagai sekolah lain seperti SMKN 1 Mubarkeya Aceh Besar dan SMK PP Negeri Ladong turut memasarkan beragam produk olahan.

Produk yang dijual mulai dari nugget, dimsum, olahan ikan, aneka kue, hingga makanan khas seperti kanji rumbi.

Mengenakan seragam praktik dari sekolah masing-masing, para siswa tampak antusias melayani pembeli sekaligus menjelaskan produk yang mereka tawarkan. Sejumlah pengunjung terlihat tertarik membeli, sementara lainnya berhenti untuk melihat dan mencari tahu proses pembuatan produk tersebut.

Kepala UPTD Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dinas Pendidikan Aceh, Rahadian, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa SMK tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa sekolah kejuruan memiliki produk yang tidak kalah dengan yang ada di pasaran. Siswa mampu menciptakan dan memasarkan hasil karya mereka sendiri,” ujarnya.

Menurut Rahadian, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik atau teaching factory, di mana siswa dilibatkan langsung dalam seluruh proses produksi hingga pemasaran.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah nugget ikan hasil olahan siswa SMK PP Negeri Ladong yang cukup diminati masyarakat.

“Mereka mengolah hasil produksi perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti nugget ikan, yang terbukti laris. Siswa juga terlibat dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap produk pelajar juga terlihat dari banyaknya pengunjung yang membeli. Salah satunya Fifi (50), warga Blang Hasan, Bireuen, yang membeli kanji rumbi di stan SMK Dinas Pendidikan Aceh.

“Alhamdulillah, saya senang melihat siswa belajar sambil praktik wirausaha. Semoga laris manis produknya dan sukses,” ujarnya.