Krusial.com — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah nelayan dalam kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (25/4/2025).

Dukungan tersebut disampaikan Safrizal dalam pemaparan resmi pada pertemuan bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI, Fahri Hamzah, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan kawasan pesisir berbasis kesejahteraan masyarakat nelayan.

Safrizal menjelaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor ekonomi kelautan yang menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah nelayan, tetapi juga diarahkan pada penguatan kawasan ekonomi berbasis perikanan terpadu.

Dalam paparannya, Safrizal turut memaparkan besarnya potensi kelautan Aceh yang mencakup 18 kabupaten/kota pesisir, luas perairan mencapai 42.665,67 kilometer persegi, serta kawasan konservasi perairan daerah seluas 149.691,39 hektare.

Potensi tersebut, kata dia, menjadi dasar kuat bagi Pemerintah Aceh untuk terus mendorong pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ia menambahkan, berdasarkan rekomendasi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, usulan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh terus berkembang.

Pada tahun 2025, sebanyak empat kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai lokasi awal program. Sementara pada 2026, jumlah usulan meningkat menjadi 60 lokasi di seluruh Aceh, termasuk sejumlah titik strategis di Kabupaten Aceh Jaya, seperti Lhok Timon, Mata Ie, Glee Jong, Panton Makmur, Ujong Muloh, dan Gampong Blang.

Safrizal berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PKP RI dapat mempercepat realisasi pembangunan rumah nelayan dalam kawasan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut.

Ia meyakini program tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kawasan pesisir menuju Aceh yang lebih sejahtera sekaligus memperkuat visi pembangunan kelautan sebagai masa depan ekonomi masyarakat Aceh.***