Krusial.com – SMA Negeri 8 Takengon Unggul, Kabupaten Aceh Tengah, memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan aksi nyata. Tidak sekadar upacara seremonial, sekolah ini mengimplementasikan “Gerakan Indonesia ASRI” melalui penanaman pohon produktif serta aksi bersih lingkungan di kawasan Pasar Paya Ilang, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta instruksi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh. Tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Peringatan diawali dengan upacara bendera khidmat di halaman sekolah yang dipimpin oleh Kepala SMA Negeri 8 Takengon Unggul, Syafrudin, S.Pd. Seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti prosesi tersebut dengan penuh antusias.
Implementasi Gerakan Indonesia ASRI
Usai upacara, Syafrudin yang merupakan peraih Juara 1 Kepala SMA Berprestasi tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 menjelaskan bahwa kegiatan dilanjutkan dengan implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Para guru dan siswa secara bersama-sama menanam pohon berbuah atau produktif di lingkungan sekolah.
“Penanaman pohon ini merupakan upaya penghijauan sekaligus sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,” ujar Syafrudin kepada media.
Aksi Sosial di Pasar Paya Ilang
Kepedulian sekolah tidak berhenti di dalam lingkungan kampus. Segenap warga sekolah dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan aksi pembersihan sampah di kawasan Pasar Paya Ilang hingga ke tempat pembuangan sampah akhir. Aksi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sosial dan membangun karakter gotong royong di kalangan siswa.
Syafrudin menekankan bahwa Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan partisipasi aktif.
“Kami berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Pendidikan yang bermutu tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari karakter yang terbentuk,” tandasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMAN 8 Takengon Unggul menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pendidikan holistik yang menyeimbangkan pembelajaran kelas dengan pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.***
Tinggalkan Balasan