Krusial.com — Hari Buruh atau May Day diperingati setiap 1 Mei sebagai penghormatan terhadap perjuangan pekerja dunia. Peringatan ini menjadi simbol tuntutan atas hak, kesejahteraan, dan kondisi kerja yang lebih manusiawi.
Melansir laman Britannica, May Day berawal dari gerakan pekerja di Amerika Serikat pada abad ke-19. Saat itu, buruh kerap bekerja sangat panjang, bahkan mencapai 14 hingga 20 jam sehari.
Tuntutan jam kerja lebih pendek semakin kuat seiring berkembangnya industrialisasi dan organisasi serikat buruh. Para pekerja kemudian memperjuangkan kondisi kerja layak, termasuk pembagian waktu yang lebih adil.
Salah satu slogan terkenal saat itu adalah delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, dan delapan jam istirahat. Slogan ini menjadi simbol penting dalam sejarah panjang perjuangan buruh di berbagai negara.
Pada 1856, pekerja batu di Australia berhasil memenangkan tuntutan kerja delapan jam. Keberhasilan itu ikut memperkuat gerakan serupa di Amerika Serikat dan negara lainnya.
Gerakan tersebut mencapai puncaknya ketika organisasi buruh menyerukan aksi nasional pada 1 Mei 1886. Sekitar 500 ribu pekerja terlibat dalam ribuan pemogokan di berbagai kota Amerika Serikat.
Aksi besar itu berpusat di Chicago dan kemudian dikenal melalui peristiwa Haymarket. Demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi bentrokan keras antara massa dan polisi.
Tinggalkan Balasan