Laporan: Safdar.S
Krusial.com| Aceh Selatan – Disaat gegap gempita perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 di Aceh Selatan, perlahan namun pasti sijago merah bereaksi.
Tercatat, berdasarkan informasi yang akurat dan berkompeten didapatkan Krusial.com, pada Rabu 17 Agustus 2022 telah terjadi peristiwa kebakaran Jangkos sawit dan kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi berikut ini;
1). Karhutla di Desa Ujung Tanoh, Kecamatan Trumon pada pukul 15:01 Wib.
Kebakaran hutan dan lahan ini kembali terjadi pada Koordinat Bujur : 97.67510986 Lintang : 2.82187653, satu hektar lahan kembali terbakar dan menimbulkan kepulan asap pembakaran, api berhasil dipadamkan pada pukul 18:00 Wib, namun sumber enggan membeberkan nama pemilik lahan tersebut.
2) Kebakaran Jangkos Sawit PT.ATAK Di Desa Kapai Sesak Kecamatan Trumon Timur Pukul 15:40 Wib.
Janjangan kosong (Jangkos) sawit PT.ATAK yang berlokasi di komplek pabrik kelapa sawit tersebut kembali terbakar.

Kepulan asap sempat mengganggu arus lalulintas atau tepatnya pengguna jalan yang melintas, angin kencang disebut-sebut menjadi faktor api merambat ke tumpukan Jangkos lainnya.
3) Karhutla Di Desa Kuta Ieboeh Kecamatan Labuhanhaji Barat Pukul 16:08 Wib.
Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi dihari yang sama di Desa Kuta Ieboeh Kecamatan Labuhanhaji Barat Aceh Selatan, api menghanguskan 2 hektar lahan yang tidak disebutkan pemiliknya, api dapat dikendalikan pada pukul 18:30 Wib.
4) Karhutla Di Desa Gunung Kapur Kecamatan Trumon Tengah Pukul 13:40 Wib.
Kebakaran hutan dan lahan ini terdeteksi terjadi pada Koordinat Bujur : 97.60264587 Lintang : 2.89179754. 1 hektar lahan terbakar, kepulan asap mengganggu pemandangan, api baru berhasil dipadamkan pada pukul 16:58 Wib.
Menilik empat peristiwa kebakaran tersebut, sudah seharusnya pemerintah melakukan langkah terintegrasi, tegas dan mengedukasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi melewati hari-hari di Aceh Selatan.
Pasalnya kebakaran hutan dan lahan telah berdampak pada rusaknya ekosistem, punahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

Selain itu asap yang ditimbulkan juga menjadi polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma dan penyakit paru obstruktif kronik, tak hanya itu, asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan.
Oleh sebab itu, saatnya pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menentukan sikap, terpaksa diam hingga rakyat menjadi korban atau mengambil sikap menyelamatkan keanekaragaman dan kelestarian generasi penyeimbang dan penghuni bumi, sehingga kemerdekaan itu bukan klise yang diucapkan berulang-ulang penuh semangat seremonial akan tetapi pembuktian nyata dalam menyelamatkan bumi dan isinya. Salam Merdeka.
Tinggalkan Balasan