Krusial.com — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dinilai tengah berada dalam fase rebound setelah berhasil menembus level 760. BRI Danareksa Sekuritas menyebut kondisi ini mengindikasikan adanya potensi perubahan momentum dalam jangka pendek.

Secara teknikal, BRI Danareksa menjelaskan bahwa selama harga saham VKTR mampu bertahan di atas level 760, maka pergerakan berpeluang melanjutkan tren penguatan dengan target kenaikan menuju level 825 hingga 895. Pada sesi I perdagangan Senin (6/4/2026), saham emiten kendaraan listrik tersebut tercatat ditutup menguat 4,52 persen ke level 810.

Dalam risetnya tertanggal 6 April 2026, BRI Danareksa juga mengungkapkan bahwa indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan adanya bullish crossover dan mulai bergerak ke area positif. Hal ini mengindikasikan bahwa momentum penguatan saham semakin solid.

Namun demikian, analis mengingatkan bahwa skenario rebound berpotensi batal apabila harga kembali turun dan menembus di bawah level 680. Jika kondisi tersebut terjadi, saham VKTR berisiko kembali ke tren pelemahan.

Adapun level teknikal yang menjadi perhatian investor adalah sebagai berikut:

  • Support: 680 – 760
  • Resistance terdekat: 825
  • Resistance berikutnya: 895

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan VKTR sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan tekanan pada laba bersih. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp423 juta, turun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp12,29 miliar.

Meski demikian, pendapatan VKTR tercatat meningkat menjadi Rp1,08 triliun dari Rp1 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bruto juga mengalami kenaikan menjadi Rp196,60 miliar, dibandingkan Rp178,14 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp892,62 miliar.

Dari sisi neraca, total aset VKTR pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp1,79 triliun, meningkat dari Rp1,60 triliun pada 2024. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar yang mencapai Rp1,07 triliun.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp553,02 miliar dari Rp452,67 miliar pada tahun sebelumnya, didorong oleh kenaikan liabilitas jangka panjang. Adapun total ekuitas perseroan juga naik menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,15 triliun pada 2024.

Kombinasi antara sinyal teknikal yang menguat dan fundamental yang masih tertekan membuat pergerakan saham VKTR ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar serta perkembangan kinerja operasional perseroan di sektor kendaraan listrik.***