Krusial.com – Memasuki pekan pertama April 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia terpantau belum mengalami perubahan. Pantauan pada Minggu (5/4/2026) menunjukkan bahwa para operator seperti Pertamina, BP-AKR, hingga Vivo masih mempertahankan banderol harga yang berlaku sejak Maret lalu.
Berdasarkan data dari laman resmi masing-masing perusahaan, berikut adalah rincian peta harga BBM di pasar domestik:
1. SPBU Pertamina (Wilayah DKI Jakarta)
PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa harga produk BBM nonsubsidi mereka masih stabil.
-
Pertamax: Rp12.300 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
-
Dexlite: Rp14.200 per liter
-
Pertalite (Subsidi): Tetap Rp10.000 per liter
-
Biosolar (Subsidi): Tetap Rp6.800 per liter
2. SPBU Vivo
Sama halnya dengan Pertamina, SPBU Vivo juga belum merilis daftar harga baru untuk bulan April. Penyesuaian terakhir tercatat pada 1 Maret 2026 dengan rincian sebagai berikut:
-
Revvo 92: Rp12.390 per liter
-
Revvo 95: Rp12.930 per liter
-
Diesel Primus: Rp14.610 per liter
3. SPBU BP-AKR
Jaringan SPBU asal Inggris ini juga tidak melakukan penyesuaian harga pada pergantian bulan kali ini. Harga BBM BP masih mengacu pada ketetapan periode sebelumnya:
-
BP 92: Rp12.390 per liter
-
BP Ultimate: Rp12.930 per liter
-
BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Shell Masih Alami Kekosongan Stok
Kontras dengan penyedia lainnya, Shell Indonesia hingga saat ini terpantau belum mengumumkan harga terbaru karena kendala ketersediaan produk. Manajemen Shell menjelaskan bahwa stok BBM di sejumlah gerainya saat ini sedang tidak tersedia akibat proses administrasi impor.
“Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” tulis pernyataan resmi manajemen Shell melalui laman resminya, Minggu (5/4/2026).
Pihak Shell memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berkomitmen untuk segera menyediakan kembali kebutuhan bahan bakar setelah izin dan stok tersedia kembali.
Informasi Tambahan (April 2026):
Stagnansi harga BBM di awal kuartal kedua ini diperkirakan merupakan strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Para analis memprediksi penyesuaian harga baru mungkin akan terjadi di pertengahan bulan, bergantung pada kondisi geopolitik global yang memengaruhi biaya logistik energi.***
Tinggalkan Balasan