Laporan : Redaksi 

Krusial.com| Aceh Selatan – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Aceh Selatan semakin sering terjadi sejak beberapa bulan terakhir, kondisi ini tentu saja dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat, hal ini disampaikan Ketua Pemuda Peduli Daerah (PPD) Aceh Selatan, Imam Mukhti Syahputra, menanggapi meningkatnya frekuensi Karhutla di Aceh Selatan.

” Ini dapat jadi bom waktu bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah,” ucapnya kepada Krusial.com, Senin (15/8/2022).

Menurutnya, Karhutla adalah persoalan sensitif yang memiliki dampak luas bagi masyarakat, dimana selain mengalami kerugian materi, resiko ancaman hukum pidana hingga ancaman kesehatan, oleh sebab itu Imam meminta agar pemerintah melakukan upaya penanggulangan yang komprehensif dengan meningkatkan keterlibatan berbagai pihak untuk menggugah oknum-oknum yang masih melakukan pembakaran lahan.

” Kami menilai ini bukan insiden kebakaran, namun ada oknum yang sengaja membakar saat membuka lahannya,” ucap Imam.

Imam melanjutkan, di satu sisi kami menilai ada kelemahan dari sistem yang diterapkan pemerintah dalam menanggulanginya namun demikian dirinya mengapresiasi keberhasilan petugas gabungan yang terus berhasil melakukan pemadaman, namun hal yang paling krusial adalah bagaimana pemerintah melakukan upaya-upaya untuk menekan terjadinya Karhutla di Aceh Selatan.

” Jangan sampai ada penilaian publik seakan-akan Karhutla ini dibiarkan, hingga muncul opini Karhutla ini persekongkolan antara pemilik lahan dengan petugas pemadam kebakaran,” lanjutnya.

Imam menegaskan, pemerintah perlu membentuk satgas terpadu antisipasi Karhutla dengan para pihak di Aceh Selatan serta mengambil sikap tegas yang preventif terhadap oknum pelaku terjadinya Karhutla.

” Antisipasi Karhutla harus dijadikan prioritas pemerintah layaknya pencegahan Covid-19 dan PMK, mengingat hal ini terus terjadi secara berulang dan membahayakan kesehatan dan lingkungan,” tandasnya.