Krusial.com — Saham PT Astrindo Nusantara Infrastuktur Tbk (BIPI) diam-diam diborong pada sesi I perdagangan Kamis (5/3/2026). Itulah yang membuat harga saham BIPI tiba-tiba loncat.
Di sekitar pukul 11.12 WIB, saham BIPI naik 13,08% ke Rp 294. Sudah sebanyak 2,20 miliar saham sudah diperdagangkan, frekuensi 53.574 kali, dan nilai transaksi Rp 629,62 miliar.
Saham BIPI ada yang borong secara senyap. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham ini mencetak net buy Rp 114,8 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy lainnya.
Saham BIPI bangkit usai pada perdagangan Rabu (4/3/2026) anjlok 9,09%.
Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengungkap keterbukaan informasi terbaru. Perseroan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Indogas Kriya Dwiguna (IKD).
IKD yaitu entitas yang memiliki kesepakatan kerja sama dengan PT Kangean Energy Indonesia Ltd, yang merupakan entitas anak usaha dari PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) emiten Grup Bakrie.
“MoU tersebut merupakan kesepahaman awal dalam rangka kerja sama penyaluran gas bumi dari IKD kepada perseroan melalui entitas anak tidak langsung perseroan, yaitu PT Para Amartha LNG, guna mendukung kegiatan pengolahan gas alam cair melalui fasilitas mini LNG plant. MoU berlaku selama 1 tahun sejak tanggal penandatanganan,” kata Sekretaris Perusahaan BIPI Kurniawti Budiman dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/2/2026).
Dia menambahkan, penandatanganan MoU ini belum memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan perseroan, namun diharapkan dapat memberikan potensi dampak positif terhadap kegiatan operasional dan pengembangan portofolio bisnis energi perseroan di masa mendatang, khususnya dalam pengembangan bisnis LNG.
Sementara itu, PT Bakrie Capital Indonesia memborong saham BIPI dengan transaksi yang dilakukan pada 24 Februari 2026.
Bakrie Capital Indonesia tercatat membeli sekitar 3,8 miliar saham BIPI dengan harga Rp 248 per saham, dengan total nilai sekitar Rp 948 miliar.
Kemudian, Bakrie Capital Indonesia kini resmi menjadi pemegang saham signifikan BIPI dengan kepemilikan 6%, dari sebelumnya tidak memiliki sama sekali.***
Tinggalkan Balasan