Krusial.com — Sebanyak 10 saham menjadi penyebab investor tekor parah saat pasar terpuruk sepanjang pekan ini.

Harga sahamnya ambles dari 18% hingga 31% sepanjang periode perdagangan 19-23 Januari 2026. Di antaranya, saham YELO dan KIOS yang juga masuk daftar top losers.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat turun 1,37% dalam sepekan dari 9.075,4 poin pada pekan lalu menjadi 8.951 poin pada pekan ini.

Kapitalisasi pasar (market cap) BEI turut mengalami perubahan sebesar 1,62% menjadi Rp 16.244 triliun dari Rp 16.512 triliun pada sepekan sebelumnya, menguap Rp 268 triliun.

Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini yaitu sebesar 9,32% menjadi 65,73 miliar lembar saham, dari 60,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian BEI turut mengalami peningkatan yaitu sebesar 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun, dari Rp 32,67 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 2,66% menjadi 3,75 juta kali transaksi, dari 3,86 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing pada Jumat mencatatkan nilai beli bersih Rp 759 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 4,05 triliun.

Saham Top Losers

Sebanyak 10 saham menjadi penyebab investor tekor parah dan masuk daftar top losers selama perdagangan pekan ini:

Di antara kesepuluh saham top losers tersebut, ada PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) dan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS). Harga saham YELO ambles 31,82% menjadi Rp 90 dari Rp 132, sedangkan KIOS anjlok 28,8% menjadi Rp 165 dari Rp 232.

Ada pula saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ambrol 28,8% menjadi Rp 12.900, PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) terpangkas 25,4% menjadi Rp 188, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) jeblok 21,8% menjadi Rp 750.

Kemudian, saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) tergelincir 20,5% menjadi Rp 256, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melemah 20,31% menjadi Rp 510, dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI) turun 19,91% menjadi Rp 370.

Selanjutnya, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) jatuh 18,8% menjadi Rp 108 dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) terpangkas 18,6% menjadi Rp 2.750.***