Krusial.com — Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2025) menampilkan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, pengendali PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yang memperkuat kendalinya di emiten teknologi informasi tersebut.

Sahamnnya naik dari 46,67% ke 54,93% setelah memborong 2,80 miliar lembar saham lewat PT Yakin Bertumbuh Sekuritas.

Selanjutnya , CGS International Securities Singapore Pte Ltd membeli 13,58 juta saham perusahaan properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) melalui PT CGS International Sekuritas Indonesia. Sahamnya naik tipis ke 7,99%.

Buyback saham sebanyak 2,13 juta lembar dilakukan oleh produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Saham-saham tersebut dibeli lewat PT INA Sekuritas Indonesia dan total kepemilikan mencapai 6,22%.

Dengan total saham 11,97%, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk menambah saham di perusahaan energi migas PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 1,96 juta lembar. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk memfasilitasi pembelian saham ini.

Melalui PT Sinarmas Sekuritas, investor ternama Lo Kheng Hong menambah 90 ribu lembar saham di perusahaan investasi energi PT ABM Investama Tbk (ABMM), sehingga sahamnya kini di angka 5,6%.

Di sisi lain, pengurangan saham dengan volume terbesar dicatat dari Citibank Hong Kong S/A Glencore International Investments Ltd yang menjual 49,37 juta saham produsen nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Lewat Citibank, N.A, sahamnya pun turun ke 6,78%.

PT Miki Ojisan Indomitra menjual 8,47 juta saham produsen makanan dan minuman PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) lewat PT BCA Sekuritas, dengan sisa saham 20,13%.

Bank Julius Baer & Co. Ltd lalu menjual 3,26 juta saham emiten perbankan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), dengan saham di angka 24,02%. PT Bank HSBC Indonesia memfasilitasi penjualan ini.

Pemegang saham mayoritas perusahaan farmasi PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), yaitu PT Bogamulia Nagadi, menjual 585.600 lembar saham melalui PT OCBC Sekuritas Indonesia. Kendalinya turun tipis ke 90,39%.

Terakhir, PT BNI Sekuritas kembali mencatat penurunan presentasi saham pemeliharaan pesawat terbang GMFI, dari 66,8% ke 66,39%, yang dialami PT Angkasa Pura Indonesia. Saham investor ini di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) kembali menurun, meski volume saham yang dipegang tidak berubah dari 82,10 miliar lembar. (KD)

Ingin tahu daftar perubahan pemegang saham di atas 5% lebih lengkap? Lihat di sini.***