Krusial.com — Komisaris Utama PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) mengajukan pengunduran diri setelah rampungnya akuisisi perusahaan oleh anak usaha Posco International Corporation.
Corporate Secretary Sampoerna Agro Eris Ariaman menyampaikan perseroan menerima surat pengunduran diri Eka Dharmajanto Kasih sebagai Komisaris Utama Sampoerna Agro tertanggal 18 November 2025.
“Pengunduran diri Eka Dharmajanto Kasih berlaku efektif pada tanggal perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang bertujuan untuk menyetujui dan menerima pengunduran diri beliau, yang akan diselenggarakan pada 13 Januari 2026,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/11/2025).
Pengunduran diri Komisaris Utama SGRO itu terjadi setelah Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited mengumumkan penjualan seluruh saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) sebesar 65,721% kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan Posco International Corporation.
Grup Sampoerna menyatakan tetap berkomitmen untuk berkontribusi bagi perekonomian Indonesia melalui lini bisnis yang sudah berjalan, sekaligus membuka peluang baru sesuai kebutuhan dan perkembangan usaha.
Presiden Direktur Grup Sampoerna Bambang Sulistyo mengatakan sangat bersyukur karena telah menemukan rumah baru bagi SGRO.
“Kami yakin, pemilik baru akan menjadi rumah yang baik bagi para pegawai dan membawa SGRO pada prospek pertumbuhan bisnis yang lebih baik ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Bambang menambahkan, minat investor terhadap industri kelapa sawit Indonesia masih kuat. Dari berbagai calon, pihaknya menilai POSCO International sebagai pihak yang paling tepat untuk melanjutkan kinerja positif SGRO.
Pengalaman dan komitmen perusahaan itu di industri sawit Indonesia dinilai akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dan kepada POSCO Internasional yang telah bersedia menjadi rumah baru bagi SGRO, yang bakal membawa perseroan bertumbuh ke depan,” ujarnya.
Hal ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk memfokuskan sumber daya kami di lini bisnis saat ini dan menjajaki sektor lainnya yang berpotensi di Indonesia.
POSCO International merupakan perusahaan global asal Korea Selatan yang bernaung di bawah POSCO Group, dengan portofolio usaha mencakup perdagangan, energi, baja, hingga agribisnis. Di Indonesia, POSCO Group terlibat dalam sejumlah sektor strategis, seperti PT Krakatau POSCO di Cilegon serta kemitraan di bidang energi melalui konsorsium Pertamina Hulu Energi North East Java.
Di industri sawit, perusahaan ini telah hadir sejak 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo di Papua Selatan dan mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak sawit dengan kapasitas produksi 210.000 ton per tahun. POSCO International juga memiliki fasilitas penyulingan minyak sawit di Balikpapan, Kalimantan Timur, berkapasitas 500.000 ton per tahun.
SGRO membukukan pertumbuhan kinerja signifikan pada semester I?2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 236,06% year on year, sedangkan penjualan meningkat 45,18%.
Industri kelapa sawit nasional sendiri memegang pangsa produksi sekitar 60% secara global, dengan kontribusi ekspor CPO Indonesia mencapai sekitar 50% dari total ekspor dunia.
Bambang mengklaim Grup Sampoerna akan tetap berperan dalam perekonomian melalui berbagai lini usaha, seperti PT Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, PT Sampoerna Land, dan Putera Sampoerna Foundation.***
Tinggalkan Balasan