Krusial.com — Saham emiten Happy Hapsoro PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) diparkir loncat 8,82% ke Rp 11.100 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (26/11/2025).

Saham berkode RATU juga sempat menyentuh Rp 11.650 yang merupakan level tertingginya sepanjang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah 43,14 juta saham Raharja Energi Cepu ditransaksikan, frekuensi 19.562 kali, dan nilai transaksi Rp 474,54 miliar. Saham RATU juga laris diborong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham RATU mencetak net buy Rp 60,3 miliar

Di dua hari bursa sebelumnya, saham sektor energi ini juga selalu menghijau. RATU pertama kali dicatatkan di BEI pada 8 Januari 2025. Perseroan menggelar IPO di harga Rp 1.150 per saham. Dan kini sudah melesat 865% dari harga perdana.

Saham induk RATU, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga melesat 15,67% ke Rp 6.275 per jeda siang ini. Saham RAJA laris diborong. Saham ini mencetak net buy Rp 121,4 miliar, tertinggi kedua di antara saham-saham net buy lainnya.

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah melaksanakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024 pada 30 April 2025.

Salah satu hasil RUPST adalah mengangkat Merly sebagai komisaris dan Adrian Hartadi sebagai direktur RATU. Kedua sosok tersebut merupakan petinggi di grup yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu, Grup Barito.

Merly memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri energi, dan saat ini masih menjabat sebagai direktur di Star Energy Geothermal Group, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Semuanya merupakan entitas Grup Barito yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu.

Adrian memiliki latar belakang yang kuat di sektor keuangan dan investasi, dengan pengalaman luas di lembaga keuangan dan perusahaan investasi, khususnya di bidang energi, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk/TPIA, entitas Grup Barito).***