Krusial.com — Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mendadak melemah 3,57% ke Rp 1.890 pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Padahal 4 hari bursa sebelumnya, saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini selalu menghijau.
Tercatat 238 juta saham berkode CDIA diperdagangkan, frekuensi 53.112 kali, dan nilai transaksi Rp 453,87 miliar. Saham CDIA membukukan net sell asing sejumlah Rp 13,64 miliar kemarin.
Kendati demikian, ada yang mengambil kesempatan dengan menyerok saham anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini. Broker Mirae Asset Sekuritas, Stockbit Sekuritas, Indo Premier, BCA Sekuritas, serta Erdhika Elit Sekuritas mencetak net buy di saham CDIA untuk investor domestik masing-masing Rp 23,6 miliar, Rp 15,5 miliar, Rp 12,8 miliar, Rp 12,3 miliar, dan Rp 11,3 miliar.
Sebelumnya GaleriSaham menyebutkan bahwa saham CDIA sempat berhasil break resisten 1.880. Ke depannya. selama CDIA mampu bertahan di atas 1.880, maka ada tendensi untuk bergerak naik lebih tinggi menuju target 2.450.
“Trend optimizer yang mulai bergerak dari hijau ke biru menunjukkan saham ini berada di fase uptrend,” sebut GaleriSaham dalam ulasannya, Senin (10/11/2025) pagi.
GaleriSaham merekomendaskan trading plan trend following. Speculative buy di area 1.880. Stoploss jika tembus support 1.590 (high entry risk). Terdapat calon support baru di level 1.740, jika terbentuk, risk saham ini akan menjadi rendah.
Momentum Kuat
Chandra Daya Investasi (CDIA) atau CDI Group mencetak laba bersih sebesar US$ 83,5 juta pada sembilan bulan tahun 2025 (9M2025), didukung oleh operasional yang tangguh dan pertumbuhan portofolio berkelanjutan.
Laba bersih Chandra Daya Investasi (CDIA) mencerminkan momentum kuat pasca-IPO dan ekspansi portofolio yang luas di seluruh pilar bisnis. Segmen logistik menjadi motor pertumbuhan utama dengan peningkatan pendapatan 14 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“CDI Group (CDIA) mencatat kinerja yang solid pada 9M2025, mencerminkan fundamental yang semakin kuat dan eksekusi yang disiplin sejak IPO,” kata Direktur CDIA, Jonathan Kandinata dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
CDIA juga menjaga neraca keuangan yang solid dengan total aset sebesar US$ 1,6 miliar dan liquidity pool sebesar US$ 705,4 juta, yang makin diperkuat dengan fasilitas pinjaman baru senilai Rp 2 triliun dari BTN.***
Tinggalkan Balasan