Krusial.com — Mengawali sebuah usaha dari nol memang penuh tantangan. Seperti kisah yang dialami Muhammad Abdu Rozak, atau yang akrab disapa Mas Rozak, dari Dusun Meranggen, Kajoran, Magelang, Jawa Tengah.

Mas Rozak menunjukkan bagaimana konsistensi dan inovasi pakan dapat mengubah bisnis ternak ayam rumahan menjadi usaha yang berkapasitas besar dan berdampak luas. Ia memulai usaha peternakan ayamnya sekitar satu setengah tahun lalu. Berawal dari menyisihkan uang untuk membeli triplek dan kerangka, ia menciptakan mesin tetas sederhana.

“Waktu itu kami memulai menetaskan telur hanya 20-30 butir per pekannya,” ucap Rozak, mengenang awal mula berusaha.

Di masa-masa awal, kendala terbesar yang dihadapi Rozak adalah pemasaran. “Kala itu DOC (anak ayam umur sehari) tidak selalu langsung laku,” ujarnya kepada RRI (02/11/2025). Ia bahkan harus membesarkan DOC hingga usia satu atau dua minggu sebelum akhirnya terjual.

“Kami jaga di siklus dan kontinuitas ketersediaan DOC-nya setiap pekan, seperti itu,” katanya.

Berbekal prinsip konsistensi, ia terus memutar modal. Hasil penjualan anak ayam berumur sehari atau Day Old Chick (DOC) digunakan untuk membeli telur lebih banyak. Kemudian Mas Rozak menetaskan, menjual, dan hal itu terus berulang.

Saat ini, peternakannya telah memiliki kapasitas mesin tetas mencapai 1.500 hingga 1.700 butir telur per satu kali putaran (21 hari). Peternakan Rozak menerapkan model bisnis yang terintegrasi. Ia tidak hanya menjual DOC, tetapi juga menyebar bibit ke mitra-mitra di komunitas.

“Dari DOC, kemudian kita sebar di mitra-mitra kita. Di tempat mereka nanti ada yang sudah bertelur, telurnya dijual lagi ke tempat kami, dan kami tetaskan lagi,” ujar dia, menjelaskan.

Jangkauan penjualannya kini telah mencakup seluruh Pulau Jawa. Di wilayah Kajoran, ia telah memiliki sekitar 7-8 mitra, dan total sekitar 30 mitra di seluruh Kabupaten Magelang. Ayam dari peternakannya biasa dijual di usia tiga bulan ke atas, baik sebagai ayam potong, ayam siap masuk resto, maupun sebagai calon indukan yang terseleksi.

Kunci keberhasilan dan kesehatan ayam Rozak terletak pada inovasi pakan dan nutrisi. Ia tidak menggunakan pakan pabrikan 100%, melainkan menerapkan sistem semi-organik dengan fermentasi.

“Pakan pabrikan itu kami fermentasi agar kadar proteinnya meningkat, dan kami tambahkan daun-daunan yang mengandung protein bagus, seperti daun singkong, daun bayam Brazil, hingga tumbuhan air berprotein tinggi seperti lemna dan wolffia,” paparnya.

Selain itu, Rozak mengandalkan Jamu Sehat Ternak (JST), sebuah nutrisi tambahan yang diajarkan oleh Prof. Hary Abdussalam. Jamu ini dicampurkan ke minuman atau untuk fermentasi pakan, dan tanpa menggunakan vaksin sama sekali.

Hasilnya luar biasa:

  • Kesehatan ayam prima dan lincah.
  • Kotoran lebih kering dan minim bau.
  • Masa bertelur ayam lebih panjang (bisa sampai 2 tahun, dibanding rata-rata 1-1,5 tahun).
  • Daging lebih gurih, enak, dan nikmat saat dikonsumsi.

Bagi yang ingin memulai usaha ternak, Rozak berpesan, “Mulailah dengan yang ada. Jangan terlalu terburu-buru, ingin banyak-ingin banyak, berhutang sana-sini. Berapapun mulainya, berapapun lokasinya, insya Allah bisa,” katanya.

Rozak menekankan pentingnya memperbaiki mindset bahwa di mana ada barang, pasti ada pembeli. “Bismillah, mulai saja dari apa yang ada. Jangan berhutang, jangan mengada-ada,” tutupnya.***