Krusial.com — Emiten pelayaran terbaru dalam pipeline initial public offering (IPO) Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menetapkan harga penawaran umum di level tertinggi, Rp330 per lembar.

Dengan demikian, Perseroan akan mendulang dana segar dari publik sebesar Rp154,8 miliar lewat aksi korporasi ini.

Dana tersebut, seperti yang diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, akan digunakan untuk membangun 3 unit kapal berjenis Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut alat berat dan kontainer.

Nilai pembelian tiga unit tersebut, menurut prospektus IPO, melampaui nilai IPO PJHB, yaitu Rp163 miliar. Perseroan pun berencana menggunakan kas internal untuk menutupi kebutuhan ekspansi armada ini.

Hingga April 2025, PJHB memiliki aset senilai Rp164,6 miliar, dengan kas dan setara kas hanya Rp4,7 miliar. Liabilitasnya mencapai Rp5,3 miliar, dan ekuitas Rp159,3 miliar – membuat rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) mencapai 0,03x.

Kinerja keuangan PJHB tercatat menurun hingga April, dengan pendapatan merosot 1,8% menjadi Rp18 miliar, dan laba bersih anjlok 22,7% menjadi Rp5,9 miliar – sehingga laba per saham dasar mencapai Rp4,07.

Dengan harga yang telah ditetapkan sebesar Rp330, price to earnings ratio (PER) PJHB mencapai 81,03x, sedangkan price to book value (PBV) sebesar 2,98x.

PER PJHB berada jauh di atas PER rata-rata sektor transportasi & logistik, sebesar 10,26x, namun PBV-nya jauh lebih kecil, hanya mencapai 7,9x.

Dalam prospektus IPO-nya, PJHB mengungkapkan niatnya untuk membagikan sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih tahun berjalan untuk dividen. “Mulai tahun buku 2025,” tambah manajemen dalam prospektusnya.

Sebelumnya, PJHB juga telah membagikan dividen tunai pada tahun 2022, 2024, dan 2025 dengan total Rp27 miliar, serta dividen saham senilai Rp70,5 miliar pada 2025.

Sebagai catatan, tanggal efektif IPO PJHB mundur sehari lebih lama dari proyeksi. Dengan demikian, IPO baru dimulai pada hari ini, 31 Oktober, hingga 4 November 2025, dan pencatatan saham di BEI akan mundur ke 6 November 2025 mendatang.