Krusial.com — Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Dicky Muslim, menilai pembangunan giant sea wall (tanggul laut raksasa) di utara Jawa penting dilakukan. Ia menegaskan langkah itu harus disertai kajian detail agar tidak menghamburkan sumber daya.

“Pembangunan tanggul raksasa ini sangat diperlukan, tapi tidak semua wilayah pantura perlu dibuat pulau buatan,” kata Dicky, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (22/10/2025). Menurutnya, tingkat penurunan muka tanah di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.

Dicky menjelaskan, beberapa daerah seperti Semarang dan Demak harus menjadi prioritas utama karena sering terdampak rob parah. “Di lokasi ini sudah terdeteksi penurunan lahan signifikan, bahkan sampai ada tambak yang tenggelam,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara geologi, wilayah pantura merupakan daerah yang aktif bergerak karena pengaruh zona subduksi di selatan Jawa. Karena itu, pembangunan tanggul perlu menyesuaikan kondisi alami tiap lokasi agar efektif dan aman.

Menurut Dicky, selain membangun infrastruktur, adaptasi masyarakat dan kebijakan tata ruang juga perlu diperhatikan. “Kalau pantura ingin aman, harus ada penyesuaian tata ruang dan perilaku masyarakatnya,” katanya.

Ia mengingatkan, wilayah pantura dihuni sekitar 50 juta penduduk yang menopang ekonomi nasional. “Kita harus menjaga roda ekonomi tetap berjalan sambil beradaptasi terhadap perubahan alam,” kata Dicky.

Ia menegaskan pentingnya upaya memperlambat proses kenaikan muka air laut melalui konservasi dan pengendalian eksploitasi air tanah. “Tidak mungkin pemerintah mengatur semua, harus ada kesadaran masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut proyek Giant Sea Wall sangat mendesak. AHY menjelaskan, penurunan muka tanah di pantura mencapai 1 hingga 1,5 sentimeter per tahun dan mengancam 50 juta jiwa di kawasan pesisir.

Ia menegaskan, proyek ini bukan hanya untuk melindungi masyarakat, tetapi juga menyelamatkan simpul ekonomi di sepanjang pantai utara Jawa. Pemerintah berkomitmen menyiapkan langkah strategis agar pembangunan tanggul laut raksasa bisa segera terlaksana secara bertahap.***