Krusial.com — Di tengah suspensi perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), pasar mencatat adanya transaksi besar di pasar negosiasi pada Jumat (10/10/2025). Melalui broker PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM), sebanyak 976,41 juta saham PIPA berpindah tangan dengan nilai total Rp 8,6 miliar di harga rata-rata Rp 8 per saham. Selain itu, terjadi juga transaksi via broker Stockbit Sekuritas Digital sebanyak 15.500 saham senilai Rp 9,9 juta pada harga rata-rata Rp 642 per saham.

Transaksi ini terjadi seiring tuntasnya proses akuisisi PIPA oleh Morris Capital Indonesia dari pemegang saham pengendali sebelumnya, yakni Junaedi, Nanang Saputra, dan Hendrik Saputra.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 6 Oktober 2025, finalisasi pengambilalihan saham rampung pada 10 Oktober 2025, sekaligus membuka peluang bagi perubahan arah bisnis PIPA ke sektor utilitas dan infrastruktur, khususnya minyak dan gas.

Pengamat pasar modal Indrawijaya Rangkuti menilai perubahan pengendali ini dapat menjadi titik balik fundamental bagi PIPA, yang selama ini dikenal sebagai produsen pipa PVC.

Dari sisi teknikal, ia memprediksi saham PIPA memiliki support di level Rp 510 dan Rp 358, sementara potensi resistance di level Rp 755 hingga psikologis Rp 1.000 per saham.

Untuk diketahui, saham PIPA telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 7 Oktober 2025, setelah sebelumnya mencatat lonjakan harga luar biasa sebesar 5.581,82% secara year to date hingga 6 Oktober 2025, dengan penutupan di level Rp 625 per saham.***